Puluhan Bacaleg PKB Hijrah ke PPP

Puluhan Bacaleg PKB Hijrah ke PPP

Supendi Sami’an, salah satu Bacaleg  dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Indramayu menegaskan, dirinyapun tidak menampik PKB sudah tidak asing baginya terbukti dari namanya tercatat di struktural DPC PKB Kabupaten Indramayu. Namun kursi pimpinan DPRD Indramayu akan bisa menjadi milik PPP di Tahun 2019 mendatang.

“Namun sebagai kader NU yang terjun ke ranah politik, niat dan semangat membangun NU tetap harus dipegang erat, perbedaan politik yang dipilih tersebut menjadi bukti nyata bahwa NU di Kabupaten Indramayu besar dan kuat,” tegasnya.

Mantan Manajer Salah Satu Bank Swasta itu juga menjelaskan, perbedaan politik nyatanya menunjukan kekuatan dan kebesaran NU di Kabupaten Indramayu. “Dipilihnya PPP menjadi kendaraan politik kami, karena NU memandang Tahun 2020 sebagai momentumnya warga NU banyak yang tampil,” terangnya.

Kordinator JHD Center itupun memastikan, PPP minimal akan mengantongi 10 kursi DPRD Indramayu pada Pileg 2019 mendatang, perolehan tersebut bukan sebatas gertak sambal, karena kader-kader NU yang memiliki pengalaman dan kemampuan yang sudah memumpui di ranah politik tergabung sudah dalam JHD Center. “Faktanya mereka mendominasi maju sebagai Bacaleg PPP tingkat Kabupaten dan Provinsi, jumlahnya mencapai 32 kader JHD Center nyaleg di PPP,” tegasnya.

Salah satu Bacaleg PPP lainya dari Dapil II Indramayu Miftahul Fatah mengatakan, pihaknya berbondong-bondongnya pindah kendaraan politik merupakan garis komando yang jelas, sehingga PPP menjadi rumah besar warga NU yang harus dibesarkan secara bersama-sama.

Pihaknya juga tidak menampik kehadiran dua tokoh kuat NU di dalam tubuh PPP, menjadikan Partainya itu membumbung tinggi melewati perolehan suara dan kursi PKB yang saat ini meraih 7 kursi.

Pria yang akrab disapa Gus Mift itu meyakini, kehadiran PPP di kancah perpolitikan Kabupaten Indramayu tidak bisa dianggap sebelah mata. Karena fakta mengenai besarnya PPP di tanah Wiralodra menjadi sejarah yang tidak bisa hilang.

Ditambahkan, semenjak zaman reformasi PPP selalu mendapatkan kursi DPRD Indramayu di Dapil II, dan Dapil III. Di Pemilu 2019 nanti, satu kursi di Dapil I sudah dikantongi PPP, karena H Juhadi sendiri berdomisili Dapil I.

“H Juhadi menjadi magnet mesin politik, masyarakat akan tergerak dengan sendirinya,” tandasnya.

Sementara mengenai suksesi Juhadi duduk di kursi DPR RI dari PPP, Miftah mengakui kader-kader muda NU tergabung dalam JHD Center, tengah membangun infrastruktur tim pemenangan hingga tingkat desa, seiring massifnya konsolidasi kepada masyarakat Kabupaten/Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu. (yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!