‎Putra Mahkota Kampus Putih Tidak Nyalon?

Sesepuh Ansor Sambut Baik Banyaknya Kandidat Jelang Konfercab

INDRAMAYU – Konstelasi perebutan kursi Ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Indramayu mulai menghangat, sejumlah kandidat mulai masif menyatakan kesiapannya. Hal tersebut dikabarkan akibat kian santernya isue tidak akan majunya putra mahkota dari kampus putih Yayasan Ibu Hj Chodijah (Yabujah) Segeran, Juntinyuat, Miftahul Fattah yang masih memiliki trah kuat dari mantan Ketua GP Ansor H Abas Assafah AD M Si.

miftahul fattah indramayu
Miftahul Fatah. Doc. Rakyat Cirebon

Informasi yang dihimpun Rakyat Cirebon, Ketua Yayasan Yabujah itu dianggap paling berpengaruh di tubuh salah satu Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) tersebut saat ini, selain telah dua periode memimpin Ansor (1999-1994) dan (2004-2009) tokoh pendidikan NU tersebut juga dikabarkan pihak yang memosisikan penggantinya Asrorudin yang dalam waktu dekat ini akan demisioner.

Kondisi tersebut juga dirasa menjadi peluang yang kian ditangkap oleh figur muda NU yang kini mulai bermunculan diantaranya Mantan Ketua IPNU, Amin Hidayat, Wakil Ketua GP Ansor, Supri, Ketua PAC Ansor Kertasmaya Ibnu Hajar Amin, Mantan Aktifis PMII Muhamad Syukron, Anggota DPRD Azun Mauzun, dan nama-nama yang lainnya.‎

Berdasarkan berbagai sumber terpercaya salah satu diantara nama-nama tersebut juga diisukan memiliki restu dari dua tokoh NU Indramayu yang lainnya diantaranya Pembina Yayasan Ponpes Darul Ma’arif atau kampus hijau Kaplongan H Dedi Wahidi dan Ketua PCNU H Juhadi Muhamad.

Merespon kepastian maju atau tidaknya, saat berbincang dengan wartawan Koran ini  Miftahul Fattah tidak menampiknya, karena ia mengaku diberikan amanat sebagai Ketua Panitia Konfercab PC GP Ansor yang akan digelar tanggal 3 Oktober 2015 mendatang.”Posisi ini tentu tak bisa atau sulit untuk saya maju sebagai calon Ketua GP Ansor, karena kami harus dalam posisi melayani semua kandidat, makanya saya saat ini gak maju,” bebernya.

Pria yang akrab disapa Kang Itak tersebut merasa nama-nama kandidat yang saat ini muncul menurutnya juga masih sebatas wacana dan obrolan diwarung kopi saja.”Enggak atau belum ada yang mendaftar ke kami panitia Konfercab, semuanya baru omongan warung saja,” ungkapnya.Namun, ia merasa tidak bisa menolak sebagai warga NU jika peserta konfercab yang memiliki hak suara dalam hal ini PAC se Kabupaten Indramayu menghendakinya duduk sebagai Ketua. “Kalau ada permintaan tentu kami akan mempertimbangkan dan ada pembahasan lebih lanjut,” kata dia.

Selain itu, Sesepuh GP Ansor Indramayu Kyai Masrukhin mengungkapkan pasca pembentukan panitia Minggu (20/9) lalu diakuinya muncul desas-desus calon ketua terus bermunculan di keluarga besar Ansor.Diakui Kyai Masrukhin, tidak kurang dari 8 nama kandidat telah muncul dimana terdiri dari akademisi, pengusaha, hingga anggota legislatif juga aktifis.

“Yang pasti dari kedelapan calon ketua itu adalah aktifis yang bergerak di bidangnya masing-masing, ‎diantaranya adalah Supri, ‎Amin Hidayat, Miftahul Fattah, Ibnu Hajar Amin, Imam, Syukron, Azun Mauzun, dan Zamzami‎,” ungkapnya.Ia tidak memungkiri dari nama-nama tersebut telah bergerak pada pemilik suara menawarkan program dan visi misinya kedepan membangun Ansor. “Nama-nama itu telah banyak bergerak dengan caranya masing-masing,” ucapnya.

Ia menambahkan, munculannya nama-nama calon tersebut diakui sangat membanggakannya, karena dengan begitu sangat terlihat jelas bahwa kaderisasi yang dijalankan Ansor berjalan dengan baik.”Banyak calon ini tentu sangat bagus artinya kaderisasi kita ini jelas berjalan dengan sangat baik,” terangnya. (laz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!