Ramai-ramai Kenakan Baju Batik

46
MAJALENGKA – Setiap tanggal 2 Oktober telah ditetapkan sebagai hari batik nasional. Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun karyawan swasta ramai-ramai mengenakan seragam batik dengan beragam motif.

baju batik
Kenakan batik. Foto : Herik Diana/Rakyat Majalengka

Hampir seluruh PNS di lingkungan Pemkab Majalengka memakai batik saat bekerja di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing termasuk di sektor pelayanan publik seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan lainnya.

Di kalangan guru maupun pegawai di jajaran struktural, juga kompak memakai batik. Kondisi ini bukan hanya karena hari Jumat saja, melainkan untuk menghormati hari batik nasional.Salah satunya pegawai di radio pemerintah daerah Radika, Piping dan Onat.

Kedua pegawai biasanya anti mengenakan batik. Namun, karena untuk menghormati hari batik mereka terlihat gagah meskipun tidak biasa mengenakan batik. “Momen hari batik merupakan momen yang langka, untuk itu kami menyengajakan diri memakai batik,” ujar Piping diiyakan Onat kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group), Jumat (2/10).

Hal serupa dikatakan Yati dan Heni, PNS di Puskesmas Bantarujeg ini kompak dengan semua teman sekantornya memakai batik dalam memberikan pelayanan sebagai apoteker dan perawat. “Bahkan 90 persen memakai batik Trusmi, kami di kantor ini sering ramai-ramai belanja Batik ke Trusmi,” ungkap Yati.Sementara, menurut Kabag Humas Setda Kabupaten Majalengka, Junaedi, setiap 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional berdasarkan Keputusan Presiden nomor 33/2009.

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia (world heritage). “Momen pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia. Dan hampir semua PNS di lingkungan setda ramai-ramai mengenakan batik,” ujarnya.(hrd/hsn/mgg)

BAGIKAN