Ramdani: Tari Topeng Minim Perhatian

11
JATITUJUH – Seni tari topeng di wilayah Majalengka memang tidak sesanter dan tidak sering dijadikan sebagai hiburan yang merakyat. Persoalannya, kini semakin jarang ditampilkan. Sementara di wilayah Cirebon, seni tari topeng hampir ada dalam suatu kegiatan.

ramdani calon bupati cirebon
Moch Ramdani. Ist./Rakyat Cirebon

Tokoh masyarakat Randegan Kulon Kecamatan Jatitujuh, Moch Ramdani, merasa prihatin minimnya perhatian terhadap hiburan tradisional seni tari topeng di Majalengka. Ia menilai, seni tari topeng harus lebih ditampilkan, khususnya saat hajatan. Saat ini hanya organ yang sering tampil. Tak hanya di wilayah Jatitujuh dan Ligung saja. Melainkan, di wilayah lain juga jarang.

Padahal topeng Randegan punya ciri khas tersendiri yang menandakan ciri khas Majalengka. ‚ÄúSepengetahuan saya, seni tari, khusus topeng asal Randegan punya ciri khas yang lain daripada wilayah Cirebon maupun Indramayu,” ujarnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group), Kamis (14/10).

Ramdani merasa prihatin karena di tempat kelahirannya sendiri seni tari topeng justru kurang diminati dan kurang dilestarikan. Sementara di wilayah Cirebon justru sangat ditonjolkan.

“Di Cirebon hampir setiap kegiatan memunculkan seni tari topeng, di Majalengka masih jarang. Memang untuk Cirebon sendiri ada ciri khasnya. Tampil di sini, itu pun kegiatannya bila menyangkut hal-hal yang sakral dan momen khusus. Seperti dalam rangka menyambut tahun baru hijriah di Randegan kemarin dengan tema pagelaran budaya pewarisan topeng Randegan,” ujarnya.

Tak tanggung-tanggung, karena cintanya dan suka melihat acara seni tari topeng, mantan Wakil Ketua Partai Gerindra Majalengka ini menyempatkan hadir dan menyaksikan dari awal hingga selesai acara.

“Menurut saya seni tari topeng Randegan bukan hanya harus dilestarikan tapi sering ditampilkan. Karena itu karya seni budaya tradisional yang patut dilestarikan dan dibanggakan. Seni tari topeng merupakan warisan leluhur sebagai simbol seni budaya asli dari warga Randegan dan masyarakat Majalengka pada umumnya,” jelasnya.

Pria yang akrab dipanggil Dani ini merasa berkewajiban untuk mengeluarkan unek-unek terkait kurang perhatian dari Pemda terhadap seni tardisional asli daerah yang dilupakan. “Kita wajib melestarikan dan harus ada dukungan dari pemerintah sebagai wadah dimana kita dapat melestarikan budaya seni tari topeng dari segala sisi. Salah satunya merupakan suatu identitas daerah,” paparnya.

Sementara itu, Pemerhati Seni, Endang Azam mengatakan, seni tari topeng Randegan memang punya kekhasan tersendiri bila dilihat dari tekstur dan bentuk topeng. “Di Cirebon dan Indramayu juga ada seni tari topeng, hanya saja di Randegan memang punya ciri khas tersendiri terutama topengnya,” ujarnya.(hrd)

BAGIKAN