Ratusan Mahasiswa Pertanyakan Status Nonaktif Unma

59
MAJALENGKA – Ratusan mahasiswa Universitas Majalengka (Unma) protes dan meminta kejelasan terkait penonaktifan kampus tempatnya kuliah tersebut. Awalnya, ratusan mahasiswa yang terdiri dari berbagai fakultas yang ada itu akan mengadakan aksi demo sekitar pukul 09.00 WIB Rabu (7/10).

mahasiswa unma majalengka
Mahasiswa Unma. Foto : Herik Diana/Rakyat Majalengka

Hanya saja diundur dan diganti dengan audiensi di ruangan Auditorium sekitar pukul 15.30 WIB dan selesai sekira pukul 17.30 WIB. Selain Rektor Unma Prof Dr Sutarman, hadir pula para wakil rektor dan dekan semua fakultas di kampus tersebut.

Rata-rata mahasiswa yang hadir dalam audiensi itu menyatakan keresahannya terhadap status Unma yang dinon-aktifkan sementara oleh Dirjen Dikti Kemendiknas. Mahasiswa  yang tergabung dari berbagai Senat Mahasiswa (SEMA) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) dari masing-masing Fakultas tampak serius mendengarkan pemaparan pihak rektorat.

Sejumlah mahasiswa diantaranya Saptono dari Fakultas Pendidikan Jasmani dan Agus Asri Sabana menuntut kepastian nasib  Mahasiswa UNMA terkait adanya status penon-aktifan oleh Dirjen Dikti Kemendiknas. Juga meminta pihak kampus untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Rektor Unma, Prof DR Ir H Sutarman menjelaskan, penonaktifan itu bukan berarti dibekukan atau pembekuan total. Akan tetapi penonaktifan itu disebabkan adanya sebagian persyaratan yang belum terpenuhi.

“Salah satunya, rasio dosen dan adanya kelas jauh. Namun, persolan itu sampai saat ini sedang kami usahakan dengan menambah jumlah dosen dan menghapuskan kelas jauh. Dan itu sudah saya jelaskan kepada insan pers dalam konferensi pada 23 Agustus lalu,” ujarnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group).

Pihaknya mengaku telah melayangkan surat sebelum 30 Agustus lalu ke Dirjen Dikti untuk memenuhi persyaratan tersebut. Tujuannya, tentu untuk menyelesaikan status Unma agar segera aktif kembali.

Ditanya tentang pembekuan total, Sutarman menjelaskan bahwa hal itu tidak mungkin. Kalaupun pihaknya masih menerima mahasiswa baru meskipun statusnya non-aktif. Karena, Unma tidak punya konflik antara pihak yayasan dengan kopertis.

“Tidak ada pembekuan total, saya lihat di Bandung juga ada perguruan tinggi yang statusnya nonaktif tetapi sampai sekarang masih terus beroperasi. Karena memang belum ada undang-undangnya harus pembekuan total. Dan kami masih menerima mahasiswa baru dan melaksanakan wisuda. Karena memang tidak ada konflik antara yayasan dengan pihak kopertis. Sementara yang tidak dibolehkan menerima mahasiswa baru itu yang punya konflik,” tandasnya. (hrd)

BAGIKAN