Ratusan Mantan Kuwu Indramayu Segera Bentuk Paguyuban

Pastikan Tidak Ada Motivasi Politis Jelang Pilkada 2015


SLIYEG – Ratusan mantan kuwu di Kabupaten Indramayu berencana membentuk wadah untuk menghilangkan kesan negatif di masyarakat. Bahkan, jalinan silaturahmi yang pernah terbangun akan diperkuat kembali tanpa adanya motivasi politis jelang pilkada.

mantan kuwu indramayu dukung pasangan cabup
Paguyuban mantan kuwu. Foto: Tardiarto Azza/Rakyat Cirebon

Mantan Kuwu Desa Kertanegara, Sukardi ST mengatakan, rencana pembentukan wadah untuk para mantan kuwu itu dapat dipastikan terealisasi dalam waktu dekat. Optimisme itu didasarkan atas keinginan masing-masing mantan kuwu.

“Kami berniat membentuk wadah mantan-mantan kuwu di Kabupaten Indramayu untuk silaturahmi. Ini berangkat dari hati nurani individu, makanya pembentukannya dari bawah,” jelasnya diamini mantan kuwu Desa Wirapanjunan, Rosidi dan sejumlah mantan kuwu desa lainnya, Selasa (13/10) di salah satu rumah makan di Kecamatan Sliyeg.

Ditegaskan, niatan tersebut terlahir tanpa adanya unsur pragmatis maupun kepentingan lainnya. Sehingga wadah yang dibentuk tidak akan mendapat penekanan dari pihak manapun. Rencananya, wadah bersifat independen itu akan diberi nama Jaringan Mantan Kuwu Indramayu (JAMKI). “Yang jelas ini independen. Tanpa ada embel-embel kepentingan politik, apalagi mendukung salah satu calon di pilkada,” ucapnya kepada Rakyat Cirebon.

Menurutnya, selama ini terdapat sangat banyak mantan kuwu yang putus silaturahmi. Padahal sebelumnya, saat masih menjabat, para mantan kuwu selalu berkomunikasi dan bertukar pendapat untuk kelancaran pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat. “Silaturahmi dan komunikasi benar-benar terputus. Untuk itu kami berniat melanjutkannya melalui wadah yang dibentuk.

“Perlu adanya upaya mempererat jaringan yang telah terbangun sebelumnya saat menjabat. Kedepan sebagai wadah komunikasi para mantan kuwu yang berjasa melakukan tugasnya membangun desa. Minimal tidak terkesan tak berguna, nasibnya sangat miris. Nanti bisa saling tukar informasi dan ajak berkegiatan,” kata dia.

Selanjutnya, pasca pertemuan pertama itu akan dilakukan pembahasan lebih lanjut yang dibagi per wilayah. Salah satunya dengan membentuk presidium per dapil. Diperkirakan silaturahmi akbar dapat dilaksanakan pada 25 Oktober mendatang. Ada sekitar 171an mantan kuwu dan akan undang seluruh mantan kuwu termasuk yang senior,” terangnya.

Para mantan kuwu yang hadir pada pertemuan koordinasi perdana itu, diantaranya Sukardi ST (Kertanegara), Rosidi (Wirapanjunan), Dirlam F (Tegaltaman), Saefudin SH (Tegalwirangrong), Wadi (Tanjakan), Jaedi (Karangsong), Nurcaya (Sleman), dan Maman (Tenajar Lor). “Hari ini yang hadir perwakilan dari wilayah barat, tengah, dan timur,” tandasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!