Rektor IAIN Bicara Visi Jangka Panjang di PBAK Daring

Rektor IAIN Bicara Visi Jangka Panjang di PBAK Daring

RAKYATCIREBON.ID – Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) tahun akademik 2020/2021 IAIN Syekh Nurjati Cirebon digelar daring, Senin – Kamis (21-24/9). PBAK diikuti 2200 dari total 3200 (1000 lainnya masih dalam tahap registrasi, red) mahasiswa baru dari rumah masing-masing.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, PBAK merupakan momen awal mahasiswa baru dikenalkan dengan lingkungan kampus. Selama 4 hari, mereka dibekali pemahaman terkait kelembagaan serta tugas dan fungsinya.

Juga dikenalkan dengan sistem akademik dan pelayanan kampus. Aktivitas pembelajaran hingga kegiatan kemahasiswaan. “Selamat datang mahasiswa baru. Selamat bergabung dengan 12.687 mahasiswa IAIN yang sudah aktif,” ucap Sumanta, membuka sambutan.

Sumanta menambahkan, PBAK tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Digelar daring lantaran masih dalam suasana pandemi Covid-19 yang menganjurkan tidak berkerumun. Namun, secara konten, Sumanta memastikan meski digelar daring, PBAK tahun ini tak kalah menarik.

“Tahun-tahun sebelumnya kita hadir bersama dan merasakan taaruf secara kangsung. Mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosennya, mahasiswa dengan para pimpinan. Tapi tahun ini berbeda,” ungkap Sumanta.

Dalam kesempatan itu, Sumanta juga membedah visi IAIN 10 tahun mendatang. Ada sejumlah agenda besar yang ingin dicapai dari segi akademik dan infrastruktur. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengubah status dari Satker PNBP ke BLU. Seraya pengembangan dari IAIN ke UIN. 

Selain itu, secara akademik, IAIN juga diproyeksikan menjadi pusat kajian Islam terpadu. Berbekal sejarah Syekh Nurjati dan Sunan Gunung Jati sebagai penyebar Islam kenamaan dari Cirebon memotivasi IAIN menjadi poros kajian Islam regional dan global.

“Dan pengembangan pada fase-fase selanjutnya yakni pada tahun 2025 akan ada penguatan daya saing regional. Dan pada tahun 2030 akan ada penguatan daya saing global dimana IAIN akan menjadi destinasi kajian Islam dunia,” tambah dia.

Sementara itu, Wakil Rektor III sekaligus Ketua Pelaksanan PBAK IAIN Cirebon, Dr H Ilman Nafi’a MAg menyampaikan, PBAK dipandu 250 tutor dari unsur aktivias mahasiswa dan pegawai di lingkungan IAIN Cirebon. Konten PBAK diarahkan pada edukasi. Tidak ada unsur persekusi. Pihaknya optimis, PBAK akan berlangsung sukses hingga hari terakhir. 

“Tim fasilitator sebanyak 250 ini sudah mengikuti pelatihan untuk mendukung seluruh kegiatan PBAK dari hari pertama sampai hari keempat,” tutup Ilman. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!