Ribuan Kubik Sampah Tak Terangkut

53
DCKTR Mengakui Kekurangan Armada

SUMBER – Permasalahan sampah di Kabupaen Cirebon belum juga dapat diselesaikan. berdasarkan data dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) tiap harinya hanya 470 meter kubik sampah yang dapat diangkut.

sampah cirebon
Ilustrasi sampah. Foto : Okri/Radar Cirebon

Artinya, hanya 10 persen dari jumlah sampah yang ada di Kabupaten Cirebon yang bisa diatasi. Hal tersebut disebabkan minimnya armada pengakut sampah di Kabupaten Cirebon. Dari 40 kecamatan hanya ada 21 armada pengangkut sampah, sehingga hal itu dinilai kurang efektif.   Kepala Seksi Kebersihan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Cirebon, Dedi Sudarman saat ditemui Rakcer mengakui masih ada banyak sampah yang belum dapat terangkut.

“Ada sekitar 13 kecamatan yang belum terangkut. Selain minimnya armada, masyarakat juga banyak yang enggan membayar retribusi,” terang Dedi, kepada Rakyat Cirebon kemarin (8/9). Selama ini, pihaknya hanya mengangkut sampah pada Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sudah bekerjasama dengan pihaknya. Artinya hanya yang membayar retribusi saja, sementara yang tidak membayar retribusi tidak dapat diangkut.

“Kesadaran masyarakat harus dibangun, karena persoalan sampah ini kan bukan hanya tanggung jawab DCKTR tapi semuanya,” terangnya. Minimnya kesadaran masyarakat membayar retribusi sampah, membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sampah tidak mencapai target sebesar Rp2,1 miliar. Apalagi dengan terbakarnya Pasar Sumber beberapan waktu lalu, membuat para pedagang tidak membayar retribusi.

“Dengan alasan sedang berduka, pedagang tidak mau membayar retribusi. Para pedagang mau membayar retribusi jika sudah ada pasar darurat. Hal ini jelas akan mengurangi PAD sampah. Belum lagi kalau sampah tidak diangkat kan akan terus menumpuk,” imbuhnya. Dedi yakin dengan adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional yang direncanakan mulai dibangun pada 2016 mendatang di Suranenggala Kidul Kecamatan Suranenggala.

Menjadi salah satu solusi dalam mengurangi sampah di Kabupaten Cirebon. Mengingat TPA regional ini akan dikelola oleh Provinsi Jawa Barat, sehingga daerah tidak ada biaya untuk perawatan.
“Nantinya kan yang tadinya biaya perawatan TPA, bisa dialihkan ke pengadaan armada. Apabila armadanya banyak kan akan semakin banyak pula sampah yang diangkut,” tandasnya. (ari/kim)

BAGIKAN