Ridwan Kamil akan Jadikan Sukawera Kertasmaya Desa Percontohan

83
KUNJUNGI. Cagub Jabar Nomor Urut 1 Ridwan Kamil saat berkunjung ke Desa Sukawera Kecamatan Kertasmaya Kabupaten Indramayu. FOTO: IST/RAKYAT CIREBON

INDRAMAYU – Desa Sukawera, Kecamatan Kertasmaya memiliki 3 potensi unggulan, yakni peternakan lele, budidaya jamur, dan industri bordir yang dikerjakan oleh ibu-ibu secara home industry. Kandidat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat kagum pada desa tersebut karena potensi di desa itu membuat warganya mandiri.

Ketua Asosiasi Petani Lele Pantura  Hamani mengatakan, di desanya, Sukawera ada 63 petani lele. Mereka membudidayakan lele mulai dari  pembeniihan dan pembesaran di halaman rumah atau di belakang rumah. Mereka beternak dengan menggunakan bioflok. Keuntungan dari satu bioflok,  Rp 1 juta.

“Saya memiliki 11 biofolk, dan keuntungannya lumayan,” kata dia usai mendampingi Ridwan Kamil melihat budidaya lele di samping rumahnya.

Menurut dia, lele tersebut dilempar ke wilayah Indramayu, Bekasi dan Jakarta. Persoalannya sekarang adalah terbentur pada modal untuk mengembangkan lele. “Permintaan banyak, sementara produksinya masih sedikit,” kata Hamani.

Sementara itu Nasroni Effendy,  tokoh masyarakat desa setempat meminta agar Kang Emil memperhatikan potensi yang ada di desanya. Mulai dari peternakan ikan lele, industri bordir yang dimulai tahun 1963 hingga sekarang, tenar dan meraih  Upakarta dari Presiden pada 1990. Hingga budidaya jamur merang atau jamur kapas, yang sampai sekarang mencapai 90 kobong.

“Mohon semua yang sudah dilakukan di desa kami diperhatikan supaya lancar,” kata Nasroni.

Ridwan Kamil menyatakan, konsep satu desa satu produk itu sangat rasional, urgent, dan efektif untuk melawan kemiskina. Contoh d Desa Sukawera ini berhasil membudidyakan jamur merang dan lele. Dari lele saja, satu kolam bsa mendapat keuntungan sampai Rp1   juta.

“Tadi saya lihat di  satu rumah ada  sepuluh kolam berarti 10 juta, ada satu kobong jamur penghasilan lima juta perbulan. Ini kan melebihi UMR ya untuk satu Kepala Keluarga,” kata Kang Emil.

Menurut dia, produksi ikan lele hingga kini  belum teserap karena demand-nya sangat besar, sehingga kalau dibina dengan profesional marketing yang modern dan disebarkan ke desa miskin yang tidak punya gagasan seperti di sini.

“Saya meyakini kesejahteraan masyarakat jabar dalam lima tahun meningkat pesat dan merata karena gubernurnua turun langsung menciptakan konsep satu produk satu desa. Dengan apapun produknya,” ucap  Wali Kota Bandung Terbaik 2018 versi Majalah Fortune ini.

Masalah marketing, kata Kang Emil  bungkus yg buat mahal. Packaging is everything. Jadi jamur dibungkus keren jualnya ke supermarket, harganya bisa berlipat-lipat.

“Sekarang kan masih asal packagingnya dan ke tempat pengepul atau distributor awal. Nanti kita bikin packaging center kayak d ubi cilembu dan bisa diekspor. Jamur ini konsumennya mendunia,” kata Kang Emil.

Menurut dia tidak banyak desa yang mandiri, masih lebih banyak yang  tidak berdaya. “Itulah pentingnya kepemipinan baru di lima tahun ke depan membuat sistem yang bsa diduplikasi di desa-desa yang lain,” ujar Kang Emil. (vic)