RSUD Siap Rubah Air Asin Jadi Tawar

28
INDRAMAYU – Tersendatnya pasokan air dari PDAM membuat jajaran direksi RSUD Indramayu membuat gagasan baru. Mereka berencana akan membeli alat mengubah air asin menjadi tawar.Program tersebut dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak ketiga dimana diharapkan jika terjadi kejadian air mati lagi tak kebingungan.

Terobosan baru RSUD Indramayu. Doc.rusd.indramayukab.go.id

Dirut RSUD, dr Deden Bony Koeswara mengatakan, masalah kekeringan memang diakui olehnya sempat membuat kelabakan terutama pada Jumat (25/9) dimana tak ada air mengocor sama sekali. “Kamis (24/9) disini itu masih ada, eh Jumat itu gak keluar sama sekali,” ucapnya pada Rakyat Cirebon.

Diakuinya, di RSUD sendiri ada tujuh reservoar dengan daya tampung lima kibik/reservoar dimana jelas tak memenuhi kebutuhan setiap harinya. “Kebutuhan air perbulan kita itu 53.000 kibik, dengan reservoar yang ada pun gak cukup untuk penuhi kebutuhan sehari dan keberadaannya juga tak bersih jadi untuk MCK saja,” terangnya.

Dikatakan, disaat air gak ngocor sama sekalipun pihaknya langsung meminta ke BPBD dan PMI untuk minjam truk tangkinya dengan mengisi air bersih dari kuningan untuk sebatas penuhi kebutuhan pasien penderita hemodialisa dan untuk ruangan penting lainnya.

“Tiga Tangki air bersih itu kita fokuskan untuk‎ penyakit hemodialisa karena memang sangat butuh air bersih,” terangnya. Kedepan, melihat bahayanya kondisi kekeringan ini pihaknya akan buat sumur pompa dan sumur gali dengan menyiapkan kerjasama untuk mengubah air asin agar bisa layak digunakan.

“Kita akan buat sumur pompa dan sumur gali kedepan dilanjut mengubah air yang dari galian dan pompa itu yakni asin menjadi layak pakai melalui pihak ketiga,” ucapnya. Sementara itu, Salah satu Keluarga Pasien Udin (40) warga Jatibarang mengenai langkah yang dilakukan dirut RSUD sendiri memang sangat bagus karena bagaimanapun air bersih sendiri di rumah sakit wajib ada. (laz)

BAGIKAN