Rumah Dekat Sekolah, Tapi Tak Masuk

Disdik Diminta Tanggungjawab atas Kesalahan Sistem PPDB, Tuntut Penambahan Rombel

391
BEBERKAN BUKTI. Pegiat LSM Cirebon, Achmad Sofyan (kanan) saat membeberkan beberapa bukti dugaan kesalahan penyelenggara PPDB tingkat SMP di Kota Cirebon, kemarin.

CIREBON – Tahun ajaran baru 2018/2019 sudah dimulai sejak Senin (16/7) lalu. Namun persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Cirebon masih saja belum tuntas. Ratusan orangtua calon siswa baru masih menuntut anaknya diterima di SMP Negeri yang dituju.

Tuntutan orangtua siswa itu bukan tanpa alasan. Sebagian besar dari mereka merasa, terdapat kesalahan pada penerapan sistem zonasi pada PPDB dan justru merugikan. Misalnya, tempat tinggal calon siswa baru berada dekat dengan sekolah yang dituju, tapi tidak diterima.

Hal itu seperti disampaikan pegiat LSM Cirebon, Achmad Sofyan, saat berkunjung ke Graha Pena Rakyat Cirebon, kemarin sore. Di membeberkan sejumlah kejanggalan dalam proses PPDB, setidaknya di tiga sekolah, yakni SMPN 1, 2 dan 5 Kota Cirebon.

“Setelah saya silaturahmi ke SMPN 1, kuota di sana 10 rombel (rombongan belajar, red) atau kelas, masing-masing rombel 32 siswa. Kuota jalur zonase yang daftar 223 siswa, yang diterima 186 siswa. Sisanya 37 tidak diterima, sementara sebagian besar warga terdekat dengan SMP tersebut,” ungkap Sofyan, seraya membeberkan sejumlah bukti.