Sambut BIJB, Pemda Harus Berbenah

6
Tingkatkan Pelayanan, Infrastruktur dan Pengelolaan Sampah 


CIREBON – Perbincangan mengenai business sharing dalam acara Persemian Forum Bisnis Cirebon (FBC) di Hotel Aston menuai pandangan positif dari pelaku bisnis adanya Bandar Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka.

ceo radar cirebon group yanto s utomo
CEO Radar Cirebon Group Yanto S Utomo (kiri). Foto : Ani Miniyati/Rakyat Cirebon


Diantaranya tanggapan positif tersebut datang dari CEO Radar Cirebon Group (Rakyat Cirebon), Yanto S Utomo dan Direktur Utama Grage Group, H Bamunas S Boediman. Kedua tokoh ini sangat menyambut baik kehadiran BIJB. Karena akan berpengaruh positif dalam perekonomian yang ada di Cirebon dan sekitarnya. Keduanya berpendapat, masyarakat Cirebon harus mempersiapkan diri menghadapi persaingan bisnis yang ketat. Karena, mulai adanya wisatawan lokal dan luar negeri yang datang ke Cirebon.

Menurut CEO Radar Group, Yanto S Utomo terdapat tiga point utama yang harus diperbaiki dan ditingkatkan mayarakat Cirebon dan sekitarnya. Point tersebut yakni mengenai ketertiban, sampah, dan pelayanan.”Ketertiban jalan yang baik ini perlu dijaga, karena agar tidak membahayakan pengguna jalan. Selain itu, sampah juga merupakan bagian yang harus diperhatikan agar lingkungan bersih, dan nyaman. Menjadikan wisatawan tidak kapok berkunjung ke Cirebon,” ungkapnya.

Baginya, sampah masih menjadi permasalahan yang mengganggu. Apalagi di titik obyek wisata menjadi pemandangan yang tidak mengenakan. Untuk itu, wisata yang menjadi aset pemerintah Cirebon dan sekitarnya ini harus diperbaiki.Point ketiga selanjutnya adalah Pelayanan. Mulai dari hal terkecil, seperti abang becak seharusnya dapat diedukasi untuk dapat melayani wisatawan, sehingga pelayanan yang diberikan sangat baik dan memberikan kenyamanan.

Sementara itu, Direktur Utama Grage Group, H Bamunas S Boediman mengungkapkan, adanya Bandara Internasional ini harus diimbangi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam berbagai aspek. Dirinya mengharapkan Kota Cirebon ini harus menjadi Singapura-nya Ciayumajakuning yang menjadi etalase di wilayah-wilayah lainnya.

“Kota Cirebon ini sudah seharusnya menjadi etalase dan pusat bagi wilayah lainnya di Ciayumajakuning. Namun hal ini perlu adanya kerjasama dan perubahan melalui proses, untuk terus maju dan mencapai harapan tersebut,” paparnya. (ani)

BAGIKAN