Satpol PP Dibantu Warga Robohkan Gudang Rongsok

43
MUNDU – Satpol PP bersama Polisi dan masyarakat membongkar paksa sebuah gudang rongsok di Desa Pamengkang Kecamatan Mundu, Selasa (6/10). Hal itu dilakukan, karena yang menempati tempat tersebut membandel, hingga akhirnya, gudang barang bekas yang rencananya akan dijadikan sebagai Puskesmas Pembantu (Pustu).

gudang rongsok cirebon
Gudang rongsok dibongkar. Foto : Kim Abdurahim/Rakyat Cirebon

Sebelumnya, warga dan pemerintah desa Pamengkang merasa geram dengan seseorang yang bernama Hayat itu. Pantauan wartawan koran ini di lokasi, terlihat puluhan warga melakukan eksekusi dengan dijaga oleh Satpol PP dan polisi mengamankan berjalannya eksekusi.

Saat eksekusi berjalan, isteri pemilik gudang histeris dan menangis di lokasi saat semua barang yang ada di gudang oleh warga dan Satpol PP.Sementara pemilik gudang Hayat, tiba-tibda datang saat eksekusi berlangsung dengan mengancam pengendali alat berat saat membongkar gudang.

Suasana kisruh itu hanya terjadi beberapa menit, setelah isterinya diamankan dan suaminya dibawa ke Polres Cirebon kota karena memukul pengendali alat berat.Kuwu Pamengkang Saefuddin, kepada mengatakan, pihaknya terpaksa membiarkan warganya dengan dibantu Satpol PP dan Polisi melakukan eksekusi karena memang yang menempati tanah tersebut membandel.

Padahal kata dia, pihaknya sudah memberi peringatan dan surat teguran agar bisa secepatnya mengosongkan tanah tersebut. “Intinya kami dari pihak desa sudah secara baik-baik dengan Pak Hayat dengan segala cara. Dan eksekusi ini juga saya yakin sesuai prosedur,” ungkap Saefuddin kepada Rakyat Cirebon saat ditemui di ruangannya.

Karena bagaimana pun, kata dia, Warga sekitar sangat menginginkan adanya Pustu, karena bagi warga, keberadaan Pustu sangat bisa membantu. “Akhirnya warga juga berinisiatif melakukan eksekusi. Padahal kemarin pada hari Senin sengaja saya beri kesempatan agar tempat tersebut segera dikosongkan sebelum dieksekusi, akan tetapi pada hari ini masih saja belum dikosongkan,” kata dia.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Cirebon, Harry Sapari, mengungkapkan bahwa, dalam eksekusi tersebut, pihaknya menerjunkan 2 pleton personel engan polisi dan TNI terhitung sekitar 60 personel.

“Hari ini merupakan final daripada teguran dari kita. Dia juga sudah sepakat untuk kosongkan, ternyata lewat waktu. Makanya kami dengan polisi dan unsur Kodim, adakan eksekusi agar tanah ini dibebaskan dari tempat rongsok untuk bangunan Pustu di Desa Pamengkang,” ujarnya.

Kemungkinan, kata dia, jika yang menempati tanah tersebut sadar dan mengerti aturan serta bisa langsung meninggalkan tempat yang akan dibangun Pustu itu, tidak ada kata eksekusi. “Kami melakukan eksekusi karena berdasarkan SOP, tidak begitu saja kita adakan eksekusi, kita juga adakan beberapa teguran dan peringatan, setelah itu, baru kita lakukan tindakan tegas,” katanya. (kim)

BAGIKAN