Satpol PP Tetap Tegas Larang PKL Musiman

Satpol PP Tetap Tegas Larang PKL Musiman

“Saya sudah coba koordinasi dengan DPKUKM, kalau disana (Trotoar Alun-alun. Red) memang harus steril, kita tegas, kalau di lokasi lain bisa kita bicarakan,” kata Asep Dedi.

Meskipun demikian, Asep Dedi tetap mengharapkan para pedagang bisa bersama-sama mengedepankan kesadaran, bahwa memang tempat yang mereka pakai untuk berdagang saat ini adalah tempat terlarang, demi terwujudnya ketertiban di Kota Cirebon.

“Tapi kita harapkan mereka sama-sama sadar, untuk kebaikan Kota Cirebon, kita harus menjaga ketertiban dan keindahannya,” harap Asep Dedi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat pada Satpol PP Kota Cirebon, Yuki Maulana Hidayat mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih melakukan monitoring di lokasi, namun tetap akan diupayakan agar ada solusi terbaik untuk para pedagang, karena berdagang disana sangatlah menganggu lalu lintas, apalagi menjelang berbuka puasa.

Perwakilan PKL Musiman, Andrian Rahardjo menyampaikan tuntutan yang sama, yakni para pedagang meminta kebijakan agar diperbolehkan berdagang di kawasan Alun-alun Kejaksan hanya untuk selama bulan Ramadhan.

Sudah berpuluh-puluh tahun, lanjut dia, Alun-alun Kejaksan menjadi pusat kuliner untuk takjil ramadhan, sehingga ia meminta agar hal tersebut tetap ada dengan adanya kebijakan dari pemerintah untuk para pedagang musiman.

“Kami ingin sampaikan kami bukan pedagang harian, hanya setahun sekali, hampir 28 tahun alun-alun jadi pusat keramaian setiap ramadhan,” lanjut Andrian.

Meskipun DPKUM sudah menyiapkan lokasi khusus untuk para pedagang musiman berdagang, namun mereka punya apasan tersendiri untuk menolak ditempatkan di lokasi-lokasi tersebut.

“Kalau di BAT, mau siapa yang beli mas, karena masyarakat sudah pada tahu kalau takjil ya rame nya di Alun-alun Kejaksan,” ujar Andrian.  (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!