Satpol PP: TPU Harus Terapkan Prototol Kesehatan Maksimal

37
SPANDUK. Satpol PP memasang spanduk sosialisasi protokol kesehatan di TPU menjelang budaya nyekar di hari raya Idul Fitri. (FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH)

RAKYATCIREBON.ID-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon mengkhawatirkan salahsatu budaya lebaran, yakni ziarah kubur atau nyekar bisa menimbulkan kerumunan sehingga social distancing dan physcal distancing dikesampingkan ditengah Pandemi Covid-19 ini.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Satpol PP sudah berkoordinasi dengan Pemkot melalui Sekretaris Daerah untuk mengambil langkah dini, yakni mengumpulkan para juru kunci makam atau kuncen melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) yang menjadi leading sector pemakaman agar mereka menerapkan protokol kesehatan maksimal di lingkungan makam yang dijaga nya.


“Kami sudah koordinasi dengan pak Sekda, komunikasi dengan DPRKP, kami sudaj mengundang para kuncen dan penjaga pemakaman se-Kota Cirebon. Intinya, kita coba bekerjasama, untuk menghindari adanya kerumunan orang,” demikian disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon, Andi Armawan saat diwawancarai.

Para kuncen dan juru kunci makam, lanjut Andi, sudah dikumpulkan untuk diberikan sosialisasi terkait bahaya Covid-19 dan upaya-upaya pencegahannya, sehingga besok bisa diterapkan saat masyarakat melaksanakan budaya ziarah atau nyekar setelah menunaikan shalat ied.

“Nanti akan disikapi, di pintu masuk pemakaman akan diterapkan protokol kesehatan maksimal, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker, yang punya thermo gun digunakan, sehingga para pengunjung yang suhunya tinggi tidak diperbolehkan masuk,” lanjut Andi.

Pada konsepnya, dijelaskan Andi, para kuncen tidak berjalan sendiri, selain didampingi oleh Satpol PP dan Satlinmas, mereka berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat dan pemuda di lokasi setempat, sehingga parkir pun diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kerumunan.

“Kita ingin ambil gambaran Kota Cirebon ini menjadi percontohan, untuk teknisnya para kuncen sudah kami sosialisasikan. Tentu kuncinya tidak lepas dari Kecamatan dan Kelurahan, karena nanti mereka akan koordinasi dengan RT/RW daerah mana saja yang ada TPU, untuk kemudian diterapkan protokol kesehatan maksimal,” jelas Andi. (sep)

FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH
SPANDUK. Satpol PP memasang spanduk sosialisasi protokol kesehatan di TPU menjelang budaya nyekar di hari raya Idul Fitri.

BAGIKAN