Satu Tahun Karna-Tarsono Harmonis, Pengamat: IPM Masih Tertinggal

42
Pengamat politik dan ilmu pemerintahan Diding Bajuri/Ist

RAKYATCIREBON.ID-Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi dan Tarsono D Mardiana sangat harmonis. Keduanya bisa saling mengisi dan melengkapi dalam membangun Visi dan Misi Majalengka Raharja.

Begitu disampaikan Pengamat politik dan ilmu pemerintahan Diding Bajuri kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (18/12) kemarin.

“Keharmonisan hubungan keduanya membawa dampak positif terhadap budaya birokrasi di Pemda Majalengka, semakin baik dan hal itu terbukti Pemkab Majalengka mendapat anugerah atau penghargaan dari pemerintah pusat,” kata Diding.

Menurut Diding, adanya pencanangan pembangunan Center Command akan menambah responsivitas pemerintah terhadap harapan kebutuhan serta tanggapan masyarakat terhadap pelaksanaan pelayanan publik.

Hal lain yang cukup menonjol, lanjut diding, ialah dalam hal pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan serta sarana publik lainnya. Termasuk penataan kota Majalengka berjalan cukup masif dan simultan.

“Setidaknya ada lima titik kegiatan penataan kota yang dilakukan secara serentak, peremajaan trotoar serta median jalan K.H. Abdul Halim, penataan di komplek Pujasera, Alun-alun Majalengka, Bunderan Munjul serta pembuatan sarana prasarana penunjang Taman Dirgantara,” lanjutnya.

Namun ada hal yang lebih penting dalam catatan Diding, Kabupaten Majalengka apabila dibandingkan dengan kabupaten/kota yang ada di Wilayah III maka untuk beberapa hal masih cukup tertinggal.

“Majalengka ini kalau dilihat dari Indeks Perkembangan Manusia (IPM) berada pada urutan ke empat satu tingkat dengan Indramayu,” imbuhnya.

Potensi besar yang dimiliki Kabupaten Majalengka ialah dengan hadirnya proyek nasional yang mempunyai multiplier effect terhadap kebangkitan perekonomian Majalengka kedepan. Sebut saja kehadiran BIJB Kertajati. Jika isu ini dapat diolah dan dimanfaatkan dengan baik, maka akan menjadi faktor pengungkit yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Majalengka.

Diding berharap, adanya good local governance, Pemkab Majalengka mampu meningkatkan dengan baik oleh visi, misi serta strategi kebijakan yang tepat.

“Kata kunci pertama secara vertikal Pemkab Majalengka mampu melakukan komunikasi dan konsultasi yang efektif dalam mengadvokasi kepentingan masyarakatnya,” harapnya.

Kata kunci berikutnya secara horizontal, Pemkab mampu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholders secara efektif. Mulai dari politisi, akademisi, praktisi serta elemen masyarakat lainnya dalam membangun sinergitas dan soliditas pelaksanaan pembangunan daerah. (rmol)

BAGIKAN