Sebut  Limbah saat Respons  Corona di Ponpes HK, Ketua DPRD Banjir Kecaman

Sebut Limbah saat Respons Corona di Ponpes HK, Ketua DPRD Banjir Kecaman

RAKYATCIREBON.ID-Klaster Covid-19 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah (Ponpes HK) direspons Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy. Tapi, tanggapannya menuai kecaman. Itu karena dia mengatakan jangan sampai Ponpes HK menjadi pembawa limbah wabah. Limbah segalanya. Pernyataan ini menjadi viral dan membuat banyak pihak geram.

Termasuk Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kuningan yang dipimpin Topic Offirstson MSi MPd. Topic menyebut keluarga besar Guru Madrasah Kabupaten Kuningan menyayangkan pernyataan itu.“Husnul Khotimah merupakan madrasah terintegrasi pesantren. Prestasi dan karyanya sudah dikenal nasional. Santrinya bukan hanya dari Pulau Jawa. Prestasi siswa dan santrinya sangat membanggakan. Mulai dari bidang agama sampai sains. Seringkali mengharumkan nama baik Kabupaten Kuningan,” kata Topic.

Menurutnya, jangan hanya karena ditemukan santri yang positif Covid-19, lantas lembaga ini disebut pembawa limbah. Bahkan dikatakan limbah segalanya. “Jika terjadi penularan di pondok pesantren, janganlah saling menyalahkan. Semua pihak diharapkan segera bergerak untuk mengatasi permasalahannya. Karena penularan bisa saja diawali dari luar pesantren atau faktor lainnya yang kita semua tidak tahu,” ucapnya kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Diungkapkan Topic, pernyataan ketua DPRD Kabupaten Kuningan terlalu gegabah. Sebagai wakil rakyat harusnya bisa bijak dalam berujar. “Beliau kan asli putra Jalaksana. Harusnya tahu Husnul telah memberikan keberkahan pada masyarakat sekitar. Ada yang bisa menyekolahkan anaknya berkat memperoleh job sebagai laundry pakaian santri, ada yang bisa meningkat ekonominya karena sayuran yang ditanam selalu didistribusikan ke Husnul, dan lain-lain,” terangnya.

“Kondisi ini sudah selayaknya disyukuri oleh segenap masyarakat Jalaksana. Jangan sampai justru menuduh bahwa Husnul menjadi pembawa limbah wabah. Apalagi menyebut limbah segalanya. Apa maksud dari pernyataan ini,” lanjutnya.

Terkait banyaknya kecaman, Topic meminta kepada seluruh keluarga besar pondok pesantren dan keluarga besar guru madrasah agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. “Situasi seperti ini bisa mengarah pada kepentingan politik dan lain sebaginya. Biarlah kita tunggu klarifikasi dari ketua DPRD Kabupaten Kuningan. Semoga beliau bisa segera menyampaikan klarifikasi atau sekaligus menyatakan permohonan maafnya atas kekhilafannya itu,” katanya. (ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!