Sejumlah Sumur Warga Majalengka Mengeluarkan Gas

74
PALASAH – Sejumlah sumur gali di Desa Cisambeng Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka mulai mengering, dan sebagian mengandung gas beracun.  Beberapa warga mulai mencuci di sungai Cikeruh yang berada di sebelah barat yang berbatasan dengan desa Loji kecamatan Jatiwangi.

sumur warga majalengka mengeluarkan gas
Sumur mengeluarkan gas. Foto: Herik Diana/Rakyat Majalengka

Kondisi ini tentunya membuat aktifitas warga makin bertambah, karena pada normalnya, warga hanya cukup mencuci di rumahnya masing-masing.

Situasi yang mulai kesulitan air ini juga memaksa para pemilik Sumur untuk menggali kembali sumur tersebut, supaya airnya keluar lebih banyak. Sebagian sumur yang digali muncul air, sebagian lainnya hanya sedikit air yang keluar. Beberapa bahkan tak bisa digali karena ada sumur yang mengandung gas. Sehingga pekerja yang hendak menggali sumur lama tak berani turun ke sumur tersebut.

Salah seorang pemilik sumur, Winarsih (25) mengatakan, sengaja menggali sumur yang ada di belakang rumahnya dengan mempekerjakan dua orang yang berani turun ke bawah untuk mengggali lebih dalam. Alasannya, sudah dua tahun tak pernah digali kembali dan membuat air sumur makin sedikit.

“Alhamdulillah sekarang mah bisa untuk mandi dan mencuci, kalau dua minggu lalu sebelum digali lagi untuk mandi pun harus menyedot 6 jam, kini cukup satu jam,” ujarnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group). Winarsih mengatakan, bahwasanya persoalannya bukan hanya pipa yang menggantung sehingga tidak sampai ke sumber mata air di dalam sumur, akan tetapi airnya di sumur tersebut tertutupi banyak lumpur.

“Setelah digali sekitar tiga jam, kebanyak lumpur, sama seperti dua tahun lalu ketika digali. Ini sepadan dari pada saya harus bolak balik ke Cikeruh yang berjarak kurang lebih 2 km dari rumah saya,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang pekerja Penggali sumur, Iman mengatakan, awalnya ketika hendak menggali sumur ada beberapa sumur yang tak bisa dimasuki karena sumur tersebut mengandung gas. Untuk persoalan itu dirinya punya trik khusus, yakni memerintahkan pemilik sumur untuk memasak air.

“Setelah ada air panas, barulah sumur tersebut saya banjuri dengan air panas itu supaya gas beracunnya itu menguap ke atas, tunggu kira kira 10 menit. Baru saya berani turun ke bawah untuk menggali,” ujarnya.

Menurutnya, dari enam sumur yang pernah di galinya, tiga diantaranya mengandung gas. Rata-rata sumur yang mengandung gas adalah karena sengaja ditutup dan berada di dalam rumah. “Serta kedalamnnya mencapai 12-15 meter, saya tidak tau teorinya berasal dari mana. Hanya saja menurut pengalaman saya, kalau sumur tersebut mengandung gas harus disiram oleh air panas terlebih dahulu, untuk diuapkan gas beracunnya. Saya juga tak mau mati konyol di dalam sumur,” ungkapnya. (hrd)

BAGIKAN