‘Selamat Ulang Tahun ke-119 Bung Karno…’

‘Selamat Ulang Tahun ke-119 Bung Karno…’

RAKYATCIREBON.ID-Hari ini, 6 Juni 1901, Bapak Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Soekarno dilahirkan. Ketika dilahirkan di Surabaya, nama yang diberikan kedua orang tuanya, Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, adalah Koesno Sosrodihardjo.

Sejak dini, Soekarno diketahui memiliki kecerdasan yang luar biasa. Kemampuan photographic memorynya sangat bagus dan menguasai 10 bahasa, baik lisan maupun tulisan.

Begitu banyak orang yang merasakan kenangan kuat akan seorang Soekarno. Sehingga tidak hanya di Indonesia, nama Soekarno diabadikan di berbagai penjuru dunia. Seperti mesjid di St. Petersburg Rusia, menjadi nama jalan di ibu kota Maroko ‘Rue Soekarno’, Soekarno Square di Khyber Bazar Pakistan, Soekarno Bazar di Lahore, dan Jalan Ahmed Soekarno di Mesir.

Majalah kenamaan asal Amerika Serikat, Time, bahkan sampai dua kali menjadikan Soekarno sebagai kover depan majalahnya. Laporannya mengangkat cerita soal Soekarno yang dijuluki ‘Putra Sang Fadjar’ dan sebagai orator ulung.

Pernah bersekolah di ITB, Bandung, Soekarno pernah mendirikan biro konsultansi arsitektur. Dengan jiwa seni dan arsitekturnya, Soekarno juga dikenal dengan berbagai gagasan soal bangunan di Indonesia. Gelora Bung Karno, Tugu Monas, Masjid Istiqlal, adalah sejumlah contoh karya kontributif Soekarno di bidang arsitektur.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa bersama pendiri bangsa lain, Soekarno memformulasikan ideologi bangsa yakni Pancasila. Bung Karno sejak awal sudah menyatakan bahwa sebenarnya Pancasila merupakan intisari dari jalan hidup yang sudah dihidupi oleh bangsa Indonesia sejak lama. Bila kelima sila diperas, maka intisarinya adalah gotong royong.

Sebagai partai politik yang menghidupi api ideologi kerakyatan Bung Karno, Hasto mengatakan pihaknya selalu optimis bahwa Pancasila adalah jalan yang akan selalu aktual bagi Indonesia menghadapi berbagai permasalahan yang ada.

“Seperti yang disampaikan Ibu Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri, sangat membanggakan ketika di tengah kesulitan hidup akibat pandemi Covid-19, Indonesia diakui dunia sebagai nomor satu dalam kerja gotong royong. Karena memang gotong royong itulah modal utama kita sebagai bangsa,” kata Hasto, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Hasto, sebagai Putra Sang Fadjar, Bung Karno terus menggelorakan api perjuangan, dengan wawasan kebangsaan dan kepeloporannya di dalam mencapai Indonesia Merdeka. Bung Karno terus menggelorakan prinsip nation and character building, sebuah perjuangan mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Meskipun Pemuda Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, namun api perjuangan Bung Karno sebagai fajar yang membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan, masih aktual. Semangat Sang Fadjar sebagai pembaharu dapat menjadi inspirasi bagi para Pemuda saat ini, ujar Hasto.

“Cita-cita Indonesia di dalam membangun tatanan dunia baru, tetap relevan di tengah perjuangan membebaskan Indonesia dari pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya.

Hasto juga menyebut bahwa salah satu aktualisasi Pancasila yang sebenarnya penting untuk lebih digalakkan saat ini adalah memanaskan api cintai tanah air dan bangsa dengan kembali kepada alam raya. Mengambil momentum hari lahir Bung Karno, PDIP mengajak masyarakat agar sebaiknya menyadari kekayaan flora dan fauna Indonesia yang bisa menjadi sumber utama kesejahteraan bersama.

Dan agar bisa memanfaatkannya dengan baik demi kesejahteraan bersama, maka anak muda Indonesia harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

“Tidak ada negara sekaya Indonesia dalam keanekaragaman flora dan fauna, serta kekayaan alam. Para Pemuda Indonesia harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menguasai ilmu-ilmu dasar. Bahwa melalui riset dan inovasi, Indonesia benar-benar berdaulat dan berdikari,” kata Hasto.

Ketua DPP PDIP bidang ideologi, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan semangat berdikari yang digelorakan oleh Bung Karno semakin kontekstual di masa pandemi corona. Sebab justru di dalam kondisi saat ini menyadarkan bahwa sebuah bangsa tak bisa menggantungkan dirinya dengan suplai pangan, kesehatan, energi, keuangan, dari bangsa lain.

“Maka semangat berdikari, berdiri di atas kaki sendiri, menjadi mandiri, adalah nilai-nilai yang oleh para pendiri bangsa kita sudah diingatkan sejak awal. Dan ini semakin aktual untuk kita wujudkan,” kata Djarot.

Dan itu sejalan dengan semangat yang diusung oleh Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, yang membuka ruang kreativitas dan inovasi seluas-luasnya bagi para pemuda Indonesia dalam mengekespresikan ide maupun gagasannya. Semangatnya adalah kesejehteraan bersama

“Dalam tantangan kekinian, maka salah satu fokus membumikan Pancasila adalah upaya mewujudkan keadilan sosial. Keadilan yang harus diperjuangkan secara progresif, dan penuh dengan nilai kemanusiaan yang menolak segala bentuk penindasan,” ulas Djarot.

Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga kader PDIP, Basuki Tjahaja Purnama, dalam salah satu tulisannya di situs ahok.org, menuliskan bagaimana dia melihat Bung Karno adalah sosok pemersatu bangsa dengan menciptakan dan mengamalkan ideologi Pancasila.

Pancasila nyatanya berhasil menggabungkan konsep kehidupan beragama dan kehidupan sosial. Kombinasi ini tertera pada sila pertama dan kelima Pancasila.

Menurutnya, kedua hal ini merupakan konsep yang sangat mendalam. Sebab kombinasi antara kehidupan beragama dan kehidupan sosial lah yang membuat kehidupan manusia menjadi seimbang.

“Jika kita mengaku sebagai orang Indonesia dan mengaku Berketuhanan Yang Maha Esa, sudah seharusnya kita bisa mengasihi sesama manusia, tidak lagi memandang seseorang dari ras, agamanya atau dari golongan yang mana. Bung Karno telah merumuskan nilai-nilai ini dengan sangat baik, ideologi Pancasila yang dasarnya ber-Tuhan,” ungkap Basuki. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!