Selebaran Cabup Hanya Iseng

39
MAJALENGKA – Adanya selebaran yang mengunggulkan satu nama tertentu dengan berbagai versi ditanggapi pemerhati sosial dan politik bisa untuk meruncingkan dan menyeleksi calon bupati Majalengka yang layak.

ilustrasi cabup
Ilustrasi cabup. Image by rakyatcirebon.co.id

Pemerhati sosial dan politik, Mahdi Suparman mengatakan, selebaran tersebut belum jelas siapa atau dari kalangan mana yang membuatnya. Namun, bisa ditarik kesimpulannya bahwa semua itu, terlepas dari hitungan keakuratan sejumlah point yang dinilai oleh poling tersebut masih dipertanyakan.

“Tingkat keakuratannya sendiri masih dipertanyakan, itu sepertinya sengaja dibuat oleh pihak tertentu untuk menguji publik atau animo masyarakat terhadap nama yang muncul di selebaran tersebut,” ujarnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group), Senin (5/10).

Mahdi mengaku belum mengetahui adanya selebaran tersebut, namun dari selebaran yang diterimanya lewat smartphone menunjukkan bahwa selebaran itu dibuat dengan penuh pertimbangan, meskipun belum jelas tingkat keakuratannya.

“Tapi jika melihat sudut pandang tentang kolom dari berbagai sudut pandang penilaian tersebut, sepertinya hanya memancing reaksi masyarakat, serta memancing reaksi dari nama nama yang tercatat di selebaran tersebut,” ujarnya.

Ia menilai, melihat tentang nama yang disebutkan itu juga belum jelas apakah nama-nama yang disebutkan tersebut akan serius atau tidak, akan tetapi jika poling tersebut berhasil mempengaruhi nama yang bersangkutan dengan nilai poin terendah. Bisa saja hal itu dimaksudkan menjadi bahan evaluasi ke depan bagi orang-orang yang tercatat dalam selebaran tersebut.

“Selebaran ini memang aneh, nama pak Karna memang unggul tapi di sini disebutkan ada nama lainnya yakni Ramdani dan Tarsono serta Iman. Sementara selebaran versi lainnya saya sendiri belum lihat, tapi memang saya sempat dengar ada selebaran itu,” jelasnya.

Menurutnya, selebaran itu juga masih kurang beberapa nama, yakni ada beberapa nama yang seharusnya muncul namun tidak disebutkan. “Saya dengar ada juga nama seperti Ny Imas, Jefry itu tidak masuk. Padahal dua nama itu sangat santer terdengar mau maju,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat di Majalengka Gunawan mengatakan selebaran tersebut dinilai hanya iseng belaka. “Pilkada masih lama, ngapain juga sudah melakukan poling saat ini.” Ujarnya. (hrd)

BAGIKAN