Sempat Muncul Spanduk  Provokatif di Maniskidul,  Warga Diminta Tenang

Sempat Muncul Spanduk Provokatif di Maniskidul, Warga Diminta Tenang

RAKYATCIREBON.ID-Beredar spanduk-spanduk dengan kalimat provokatif di Desa Maniskidul, kemarin. Diketahui, Desa Maniskidul merupakan lokasi Ponpes HK. Sedikitnya ada tiga spanduk. Isinya antara lain ‘Kami warga Desa Maniskidul Sangat Takut Terpapar’, kemudian ‘Tutup Sementara Husnul dan Al Multazam Untuk Kesehatan Kita’ dan ‘Putus Mata Rantai Covid-19 Jauhkan Dengan Area Cluster Husnul Khotimah.

Entah siapa dan motifnya apa. Tiga buah sepanduk berukuran sekitar 2×1 meter itu tidak sempat dipasang karena mendapat penolakan warga. Banyak kalangan menilai munculnya spanduk tersebut ada beberapa kemungkinan. Ada pihak yang ingin memperkeruh suasana.

“Dalam kondisi seperti ini, tentunya semua warga Maniskidul untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dan mengedepankan sikap positif. Saya yakin aparat kepolisian yang profesional dengan segala perangkatnya, akan dengan mudah ‘memetakan’ situasi sekaligus mengambil langkah-langkah preventif yang efektif guna tetap menjaga situasi tetap kondusif,” kata Pjs Ketua Umum PP Pemuda PUI Kana Kurniawan kepada Rakyat Cirebon, kemarin (6/10).

Senada disampaikan Camat Jalaksana Toni Kusmanto. Ia  meminta masyarakat Desa Maniskidul untuk tetap tenang, tidak terpengaruh dengan situasi yang dapat merugikan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menyelidiki asal-usul spanduk tersebut.

“Ada 400 warga masyarakat di sekitar Ponpes HK yang banyak berinteraksi dengan HK, akan dilakukan swab atau rapid gen. Hal ini dilakukan supaya masyarakat tenang dan tidak khawatir. Tadi juga Pak Bupati sudah datang langsung ke Husnul melihat penanganan Covid-19 dan meminta masyarakat untuk tetap tenang,” tutur Toni.

Sementara itu, praktisi Hukum Abdul Jabbar SHI mengatakan pandemi Covid-19 adalah musibah wabah terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Kehadiran Covid-19, kata dia, takkan pernah diharapkan oleh siapa saja. Karena itu, lanjutnya, masyarakat harus terus diberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganannya, bukan dengan menyebar spanduk atau tulisan provokatif yang dapat menimbulkan gesekan antarmasyarakat.

“Mengedukasi masyarakat bukan sesuatu yang mudah, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Dibutuhkan wawasan, strategi, dan metode tertentu untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat. Kita harus bersatu bersama-sama mengahadapi ujian ini,” kata pria yang juga alumni HK.

Pria yang juga mantan Kuasa Hukum Wapres JK ini mengajak semua pihak menjadikan musibah Covid-19 ini untuk introspeksi diri, memperbaiki diri dengan cara meningkatkan keimanan pada Allah SWT dan menumbuhkan budaya peduli sesama. “Penangan Covid-19 dalam pencegahan memutus mata rantai Covid-19 harus sesuai dengan protokol kesehatan. Selalu memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” ajaknya.

Ia meminta Polres Kuningan bertindak tegas dengan adanya spanduk provokatif dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dirinya menilai penangan Covid19 di klaster HK sudah sesuai protokol kesehatan. Masyarakat jangan sampai terpancing dengan adanya spanduk provokatif tersebut. (ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!