Siapa Diuntungkan Jika Pertamina Akan Hilangkan BBM Subsidi atau BBM Rendah Oktan?

Siapa Diuntungkan Jika Pertamina Akan Hilangkan BBM Subsidi atau BBM Rendah Oktan?

DIPASTIKAN ,semakin tertekanan penjualn produsen mobil akibat kebijkan leyapkan BBM rendah oktan ini .Ada ilustras konyol dimana banyak konsumen mobil baru tidak patuh anjuran pabrikan mobil untuk mengisi BBM sesuai spesikasi kebutuhan mesin kendaraan.

“Woi…ngak usah bangga ya kalau elho pakai mobil mahal semisal Toyota Alphard seri terbaru 2020 ,atau fortuber Frz keluaran 2020 tapi lho ngak bisa rawat dan isi BBM nya disesuaikan dengan yg diminta mesin, minum BBM oktan tinggi”.

“Setidaknya jika elho pakai tiap hari,dengan rata rata digunakan jarak tempuh 60 km,butuh kira2 10 liter BBM.Tinggal pilih tuh mau malu -muluin isi BBM dengan premium,atau lho siapkan kantong tebal isi mobil Alphard mu dg pertamax plus .Baru tahu tho,dahsyat punya mobi mewah ,ngak cuma bergelar heboh gengsi tapi juga heboh pengeluaran,belum lagi jika elho ketahun antri isi BBM premium,bakal viral dimedsos kena hujat banyak orang°.

Anekdot bilang, masyarakat kita sukanya gaya- gayaan,suka dibilang “orang kaya’ , ha haa..bisa beli mobil mewah tapi sangat pelit pengeluaran ,isi BBM pingin yang murah, perawatan mobil di bengkel jalanan, parkir mobil cari yang gratisan. Kesimpulannya pokoknya belum pantas deh jadi orang kaya beneran.

Saya ngak menuding jika ada pabrikan mobil yang mencoba bermain mata jika kendaraan yg diproduksinya masih doyan konsumsi BBM oktan rendah. Mungkin meraka coba – coba kali,padahal aturan jelas bahwa produksi mobil keluaran 15 tahun kebelakang harus berstandar euro 2, bebas emisi gas buang berbahaya dan ramah lingkungan.Mobil yang keluaran sekarang bahkan sudah sampai zona baru berstandar minimal euro 4 dg sangat ketat menerapkan protokol ramah lingkungan dan keselamatan manusianya dengan lebih ketat aturannya.

Ada cerita lama saya, dan saya pernah alami lihat di mana ada mobil baru tiba- tiba mogok gara-gara mobil yg dikendarainya terbukti mengisi BBM dengan premium dan setelah dicek ,mesin mobil tersebut mengharuskan melahap BBM ontan tinggi .Kejadian itu terjadi di mobil apa ya,tahun berapa ya?.Ah …kayaknya lupa deh!

Kadang rekomendasi diler tidak menyatakan tegas/ malu-malu ke konsumen saat penyerahan mobil baru bahwa mobil yg dibelinya harus pakai BBM oktan tinggi.

Tapi sayang ,kejadian tersebut tidak berlangsung lama dan kabarnya dalam beberapa bulan kemudian ,mobil yg tadinya tidak berperforma maksimal diisi premium ,akhirnya bisa berdamai dengan premium juga . Kok bisa ya?

Saat keterpurukan penjuan mobil baru parah dan berturut turut ,penurunan lebih dari 80-90 persen selama hampir 3 bulan musim pandemi covid 19 berlangsung , produsen mobil harus dihadapkan kondisi pahit ,ditambah lagi rencana pemerintah dalam hal ini kementrian BUMN akan menghapus BBM oktan rendah . BBM oktan rendah tersebut yg akan terseliminasi dari pasaran semisal premium ,pertalite dan mungkin saja solar .

Apa hubungannya jika BBM oktan rendah hilang berdampak pada kerugian buat pabrikan mobil?

Sebenarnya pihak pabrikan mobil sudah memberikan aturan jelas jika mobil yg mereka produksi saat ini sudah berstandar ramah lingkungan,sudah mengikuti protokol emisi gas buang yg ramah lingkungan.Berarti tidak ada masalah dong jika BBM oktan rendah dihapus?

Saya kerja dii perusahaan otomotif hampi 10 tahun,dididik untuk bagaimana berjualan mobil dengan sangat memperhatikan dan menengarkan kebutuhan utama ,seseorang/ konsumen atau perusahaan/ instansi yang akan memiliki /memakai kendaraan impiannya sesuai dg banyak faktor rujukan dari yang rasional atau kadang sudah menyentuh gengsi/ pride .

Motif beli utama konsumen perorangan atau kelompok dalam dunia pemasaran otomotif diantara adalah ;

  1. Membeli mobil karena kebutuhan dasar untuk operasional.Ciri khas kebutuhan kendaraan yg dipilih karena untuk menjunjung pekerjaan atau aktivitas keseharian.Mobil yg dipilih pasti yang irit BBM dan tidak boros dalam perawatan dan juga performa kendaraan harus mendukung aktivitas kesehariannya.
  2. Membeli mobil karena pemenuhan kebutuhan akan harga diri/ gengsi .Ciri khas dari konsumen ini adalah mereka membeli mobil dalam wilayah yang tidak rasional ,lebih pada pendekatan emosional ,bahkan akan meninggalkan entitas keseluruhan dari spesikasi mobil itu sendiri .

Kelompok segmen inilah yang sangat besar populasinya dan sangat bandel untuk melanggar aturan pemakain BBM ,dan biasanya melanggar aturan.Pilihan utama BBM murah alasan mereka tetap mengisi mobil operasional setiap beraktivitas.

Konsumen dalam memilih mobil didasari oleh mobil keluaran baru,harga mahal atau mobil import dan bisa jadi karena mobil yg dipilihnya identik dgn gaya dan ciri khas kehidupan sehari -harinya.Anda kayaknya cocok masuk dalam kelompok ini, ha ha..

Saya hanya akan sebutkan 2 hal yg mendorong orang membeli mobil.Dua segmen pasar tersebut bisa menopang kepentingan produsen mobil untuk berharap banyak berkontribusi pada penjualan mobil saat ini.

Ini sudah menjadi hukum abadi dalam dunia pemasaran mobil dimana saat ekonomi mengalami penurunan atau stagnasi,kendaraan yang masih bisa dijual yakni kendaraan non komersial alias mobil -mobil pribadi. Harapan akhir diler mobil pasar masih ada si segmen ini.

Masihkah ada harapan pada segmen market mobil saat pandemi covid 19 berkecamuk sampai saat ini?

Sudah banyak data informasi penjualan dr berbagai sumber yg menjawa kondisi penjualan mobil baru saat ini,hampir semua merek mobil terdampak , penjualan mobil baru terpangkas nyaris angka penurunan 80-90 persen selam 3 bulan berturut2.

Bisa disimpulkan jika pemerintah atau pertamina dlm hal ini akan segera lenyapkan BBM oktan rendah ,bisa dipastikan semakin memicu runtuhnya daya beli masyarakat di segmen pembeli rasional. Baik individu atau perusahaan akan dengan cermat dlm pertimbangan keputusan pembelian mobil baru untuk aktivitas atau penunjung kegiatan sehari-harinya .Dampak sosial dan politik juga akan banyak memicu keresahan sosial akibat kebijakan pemerintah hilangkan BBM murah.Ngerii deh!! Ngak usah dibahas.

Jika banyak pabrikan tidak lagi bisa memasarkan produk – produknya ,hal terakhir yang dilakukan adalah efesiensi,merumahkan pekerjanya sementara waktu ,atau bisa juga memutuskan penutupan pabrik dalam waktu terbatas atau penutupan selamanya. Dampak sosial akan melebar dengan banyaknya PHK yang terjadi di sektor manufaktur.

Bagi konsumen beban shifting BBM murah ke BBM oktan tinggi ,memicu pengeluaran lebih ,dan dampak langsung makro ekonomi adaah penurunan daya beli yg sangat masif berakibat semakin perparah wajah ekonomi nasional yang akan kian terpuruk.Boro -boro mau beli mobil baru,buat makan sehari hari aja akan susah

Bagi negara, penurunan penjualan mobil baru / penutupan pabrik mobil berati penurunan yg cukup telak pada penerimaan pajak .Perlu diketahui ,negara sangat besar dalam memotong pajak disektor penjualan otomotif .Hampir sekitar 12-15 persen dr harga jual OTR mobil disetor untuk pajak negara .

Coba hitung jika anda beli mobil Pajero Sport seri baru tahun 2020 seharga Rp 600 juta ,kira – kita anda menyumbang pajak ke negara sekitar Rp80-90 jt. Anda mungkin ngak percaya kalau duit anda setor paksa ke negara . Belum pajak yang diraih dari pajak yg disetor rutin tiap tahun perpanjangan mobil anda .Suatu kerugian telak bagi negara akibat penurunan penjualan mobil baru.

Silahkan negara memilih ,akan mau di bawa negara ini dan mau diapakan rakyatmu ini? Yang pasti sisa- sisa ” orang kaya ” masih jadi andalan tumpuan pajak,kalau perlu dimiskinkan dengan berbagai tarif pajak baru.Prut!.

Heru
Pemerhati masalah sosial dan politik
Alumni UGM
Pernah kerja di Astra Toyota Operation Cirebon 10 tahun( 2000-2010)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!