Siswandi Siap Dampingi Bamunas di Pilwalkot

5
Sudah Komunikasi dengan Petinggi Parpol, Akan Pensiun Lebih Awal Sebelum Pemilihan 

KEJAKSAN– Meski Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Kota Cirebon masih sekitar dua tahun, sejumlah figur mulai muncul dan diprediksi akan meramaikan kontestasi politik lima tahunan pada awal 2018 mendatang.

siswandi bamunas nyalon walikota cirebon
Siswandi (kiri) dan Bamunas. Foto : Nurul Fajri/Rakyat Cirebon

Salahsatu nama yang masih mentereng dan digadang-gadang akan mencalonkan jadi walikota adalah Bamunas S Boediman.

Sebenarnya, bos Grage Group itu sudah tidak asing di panggung politik Kota Cirebon.

Bamunas pernah mencalonkan jadi walikota berdampingan dengan Priatmo Adji pada Pilwalkot 2013 lalu.

Setelah sebelumnya Partai Nasdem secara terbuka mengakui rencana untuk “mengawinkan” Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon, Eti Herawati dengan Bamunas, belakangan dorongan kepada Bamunas untuk mencalonkan menjadi orang nomor satu di Kota Cirebon datang dari Brigjen Pol Drs Siswandi.

Bahkan, mantan Kapolres Cirebon Kota era 2002-2005 itu secara terbuka mengaku akan mencalonkan diri mendampingi Bamunas.

Siswandi menegaskan, dirinya akan turut meramaikan Pilwalkot 2018 mendatang.

Persoalan posisi, Siswandi mengaku siap bila dipasang sebagai calon wakil walikota bersama Bamunas ataupun sebaliknya.

Siswandi mengaku, dirinya dan Bamunas adalah dua sosok kolega.

Satu sama lainnya sudah saling memahami. Sehingga, Siswandi meyakini, antara dirinya dan Bamunas akan terbangun kesepahaman untuk mengabdi kepada rakyat Kota Cirebon.

“Dan menjadi prinsip saya, antara walikota dan wakil harus satu, menjadi tauladan. Kalau tidak menjadi tauladan tidak usah jadi pemimpin,” ungkap Siswandi, ditemui Rakyat Cirebon di Grage Hotel, Sabtu (26/9) sore.

Pria yang kini menjabat Analisis Kebijakan di Bareskrim Mabes Polri itu bahkan sudah gagasan strategis untuk membangun Kota Cirebon, baik dari sisi infrastruktur, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) maupun peningkatan kualitas birokratnya.

“Perlu adanya tembok yang kuat. Artinya, tidak ada satupun SKPD yang mbalelo, jangan mengedepankan ego sektoral, melainkan kepentingan untuk peningkatan pelayanan publik oleh pemerintah daerah,” katanya.

Urusan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) baik masyarakat maupun birokrat, rupanya akan menjadi salahsatu fokus garapan Siswandi bila dirinya diberi amanah memimpin Kota Cirebon.

“Meningkatkan kemampuan. Jangan kita tidak ngerti tapi sok ngerti. Setiap saat harus meningkatkan kemampuan. Sejalan dengan itu, kita akan mencapai keberhasilan,” ujarnya.

Diakui mantan Direktur Peran Serta Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) itu, dirinya sudah menyusun sejumlah program pembangunan. 

Paling pertama dilakukannya bila memimpin Kota Cirebon, kata Siswandi, yaitu membangun simbol Kota Cirebon di gerbang masuk kota.

“Sekitar dua bulan pertama menjabat nantinya saya targetkan membangun kekhasan dulu di pintu gerbang masuk kota, agar masyarakat tahu ini Kota Cirebon. karena Kota Cirebon ini kan kota udang, tapi tidak ada simbol atau patung udang,” katanya.

Sebagai wujud keseriusan dirinya ingin membenahi Kota Cirebon, Siswandi menyatakan akan mundur dari jabatan walikota maupun wakil walikota bila dianggap gagal pada tiga tahun pertama masa kepemimpinanya nanti.

“Kalau masyarakat menilai tidak ada perubahan, saya akan mundur,” kata dia.

Karena, menurut Siswandi, setiap jabatan yang diemban akan dimintai pertanggungjawaban, baik di dunia maupun akhirat.
“Dan prinsip saya, jabatan itu amanah, pekerjaan itu harus diniatkan ibadah dan mencari rejeki yang barokah,” katanya.

Ditanya terkait kemungkinan partai politik yang akan menjadi kendaraannya menuju gedung putih Balaikota Cirebon, Siswandi belum bersedia membuka ke publik. 

Hanya saja, ia mengisyaratkan sudah mengkomunikasikan rencananya itu dengan sejumlah petinggi parpol di DPP.

“Dan saya yakin sebagian besar partai akan mendukung,” katanya.

Lantas bagaimana dengan kariernya di kepolisian? Siswandi tak pikir panjang lebar, meskipun ia baru akan memasuki masa pensiun di 2018, tapi setahun sebelum itu atau pada 2017 awal, dirinya akan mengundurkan diri.

“Mungkin 2017 saya sudah pensiun lebih awal,” katanya. 

Sementara itu, Bamunas S Boediman sendiri belum bersedia bicara banyak. Duduk di samping Siswandi, Bamunas masih malu-malu untuk menyampaikan rencana langkah politiknya.

“Kalau nanya soal itu (pilwalkot, red), saya belum bisa jawab sekarang,” kata pria yang akrab disapa Oki itu. (jri)

BAGIKAN