Soal New Coronavirus, Netty Prasetyani: Pemerintah Belum Memberikan Informasi yang Menenangkan

44
Politisi PKS, Hj Netty Prasetiyani menjelaskan pemerintah belum memberikan keterangan menyejukan berkaitan dengan virus corona. (Zezen Zaenudin Ali/Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.ID-Fenomena virus corona, hingga kini masih ramai menjadi pembicaraan publik. Banyak yang resah. Mengingat informasi yang beredar, semakin hari terus menggila. Pemerintah sendiri, belum memberikan sikap tegas. Menyikapi dan menyampaikan informasi yang menenangkan.

Hal itu, sebagaimana disampaikan anggota DPR RI Komisi IX, Hj Netty Prasetiyani. Menurutnya pemerintah sampai saat ini belum mengeluarkan informasi yang menenangkan, mengedukasi antara fakta dan hoaks terkait virus Corona. Contohnya saja, seperti kurma harus dicuci dan handphone xiaomi menularkan corona.

Padahal, kata politisi PKS itu, pihaknya telah menyampaikan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai penegakan informasi yang benar dan tepat, terkait virus corona. “Bila diserap masyarakat dengan literasi rendah pasti sangat berdampak,” kata Netty, usai menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di DPD PKS Kabupaten Cirebon, Senin (10/2).

Netty menilai, manajemen komunikasi pemerintah masih terbilang rendah. Sehingga belum mampu menyampaikan dengan baik melalui televisi negara atau swasta. Seharusnya, pemerintah harus semaksimal mungkin menyampaikan kepada masyarakat, sehingga tidak ada yang terprovokasi kabar hoaks.

“Misalnya, warga yang turun dari pesawat disemprot-semprot, itu kan menyebabkan timbulnya persepsi kalau itu sangat tidak manusiawi, setelah dikonfirmasi itu adalah SOP WHO dan TNI,” terangnya.

Istri mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan itu menambahkan, Kemenkes saat ini telah menyiapkan 100 rumah sakit di seluruh Indonesia. Untuk menjadi rujukan bila ada masyarakat yang diduga menjadi suspect corona.

“Tetapi masalahnya, yang ada di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso di Tanjungpriok, Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Tidak dimiliki rumah sakit lain. Contoh rumah sakit itu memiliki teknologi yang mampu menyerap virus saat batuk,” pungkasnya. (zen)