Sopiyan: Kami Tidak Melanggar PKPU

101
Perwakilan lembaga survei Etos Institute
BERI KETERANGAN. Perwakilan lembaga survei Etos Institute merasa tidak melanggar PKPU nomor 8 tahun 2017 ayat 2 pasal 28. Karena, setiap lembaga survei paling lambat harus mendaftar di KPUD setempat 30 hari sebelum pencoblosan.

MAJALENGKA – Direktur Tekhnis lembaga survei Etos Institute,  Sopiyan mengatakan, lembaga tersebut merupakan lembaga independent yang tidak berafiliasi ke pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati manapun di pilkada Majalengka.

Hal itu menepis informasi yang beredar bahwa hasil survei Etos Institute menguntungkan salah satu pasangan calon di pilkada serentak tahun ini.

Menurut Sopiyan, pihaknya melakukan survei di beberapa daerah seperti Sumatra utara, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Maluku, Jawa Barat dan Papua.

“Kenapa Majalengka yang diambil karena setiap daerah mempunyi isu- isu strategis. Sedangkan isu yang menarik di Majalengka yaitu incumbent tidak maju sementara wakilnya maju,” tandas Sopiyan kepada Rakyat Majalengka, Senin (16/4).

Tidak hanya itu, kata dia, isu strategis lain yang menarik yaitu adanya bandara Kertajati yang akan menjadi sentral ekonomi di Jawa Barat. Selain itu Majalengka juga merupakan perwakilan kabupaten di ujung Jawa Barat.

Sopiyan juga menegaskan, selama ini, pihaknya tidak melanggar PKPU no 8 tahun 2017 ayat 2 pasal 28. Karena disitu disebutkan bahwa setiap lembaga survei paling lambat harus mendaftar di KPUD setempat 30 hari sebelum pencoblosan.

“Survei yang kami lakukan selama ini, tidak melanggar aturan. Karena yang terpenting yaitu bagi lembaga yang ingin ikut exit pol dan quick count. Itu wajib mendaftar di KPU,” tandasnya.

Lebih lanjut Sopiyan menambahkan alasan lain yang tidak kalah menarik bagi pihaknya untuk melakukan survei yaitu, di kabupaten Majalengka selama dua kali pilbup sebelumnya, tingkat partisipasi masyarakat untuk memberikan hak pilih selalu rendah.

Hal itu, membuat pihaknya tertarik untuk membuat kajian dan melakukan survei sekaligus mengedukasi masyarakat kabupaten Majalengka. “Kami juga tertarik untuk mencari tahu, kenapa partisipasi masyarakat selalu rendah. Terbukti di dua pilkada sebelumnya,” urai Sopiyan.

Sebelumnya, pasangan calon bupati  dan wakil  bupati Majalengka, Maman Imanulahq– Jefry Romdony, konsisten unggul  atas dua pasangan rivalnya.

Berdasarkan hasil survei terbaru Etos Intstitut menunjukan, elektabiltas paslon nomor urut 1 itu berada di urutan teratas  yakni 39,9 persen, diikuti  pasangan monor urut 3, Sanwasi –Taufan Ansyar,  32,8 persen dan pasangan nomor urut 2, Karna Sobahi –Tarsono, 27,3 persen.

Selain menunjukan kekosistenan Maman –Jefry di urutan pertama,  hasil survei yang dirilis Minggu, (8/4), itu juga memperlihatkan pergeseran elekkatibilas pasangan nomor 2 dan nomor 3.(hsn)