Statemen Politisi Maman soal Embarkasi Pindah ke Majalengka Picu Reaksi Pemkab dan Publik Indramayu

Statemen Politisi Maman soal Embarkasi Pindah ke Majalengka Picu Reaksi Pemkab dan Publik Indramayu

Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat
RAKYATCIREBON.CO.ID – Pernyataan anggota DPR RI, Maman Imanulhaq yang mendesak agar lokasi pembangunan Embarkasi Haji dipindahkan dari Indramayu ke Majalengka mengundang reaksi dari berbagai pihak di Kabupaten Indramayu. Reaksi itu tidak hanya dari pemerintah daerah, bahkan publik menanggapi seriusi dan menilai pernyataannya asal.
Seperti diketahui, politisi Maman mendesak Kementerian Agama untuk memindahkan lokasi pembangunan embarkasi haji dari Indramayu ke Majalengka. Desakan itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Kemenag yang beredar melalui media sosial. Maman berargumen, bahwa Indramayu tidak tepat untuk dibangun embarkasi, karena jauh dari akses tol dan sulit diakses jika dari perbatasan Jawa Tengah. Ditambah lagi bandara sudah ada di Majalengka. Maman beralasan pula, desakan itu titipan dari dapilnya.
Atas munculnya pernyataan itu, Plt Bupati Indramayu, H Taufik Hidayat SH kontan bereaksi. Secara tegas disampaikan, bahwa pembangunan embarkasi di Kabupaten Indramayu sudah menjadi blue print Kementerian Agama yang pembangunannya akan mulai direalisasikan pada tahun 2020. 
“Pemkab Indramayu telah menyiapkan lahan untuk embarkasi haji bahkan telah membebaskan tanahnya  untuk pembangunan tersebut. Namun tiba-tiba tanpa ada angin dan hujan Maman Imanulhaq membuat pernyataan yang menyinggung, baik pemerintahan daerah maupun masyarakat Indramayu,” ungkapnya saat saat peluncuran Aplikasi Indramayu All in One, Jumat (8/11) di ruang Ki Tinggil Setda Indramayu.
Taufik mengaku heran, karena saat ini masih ada pihak yang mengutak-atik pembangunan embarkasi haji di Indramayu. Padahal sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum juga pernah membuat pernyataan yang serupa, namun setelah mengetahui duduk permasalahannya mengakui ada kekeliruan dan meminta maaf kepada masyarakat Indramayu. 
“Setelah beberapa waktu lalu Wakil Gubernur Jawa Barat, kini anggota DPR RI mengutak-atik kembali keberadaan embarkasi haji yang nantinya dibangun di Indramayu. Hormatilah proses dan tahapan yang sudah berjalan,” kata dia.
Pada kesempatan itu, Taufik yang sepertinya sudah terusik menyinggung konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rebana yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya penamaan Rebana yang merujuk daerah Majalengka, Cirebon, dan Subang tanpa menyertakan Indramayu dinilai kurang tepat. 
Karena konsep Rebana di dalamnya melibatkan Kabupaten Indramayu, bahkan Kecamatan Tukdana direncanakan akan dikembangkan menjadi daerah penyanga aerocity Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Majalengka. Sehingga nama Rebana harus dirubah menjadi Rebana Ayu.
Sementara itu, reaksi publik Kota Mangga terhadap pernyataan Maman Imanulhaq tidak dapat dibendung. Berbagai ungkapannya banyak beredar di media sosial. Tidak sedikit yang menyerang dan melawan pernyataan politisi Senayan tersebut. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!