Sudah Pegang Kartu Pintar, Kok Masih Dipungut?

5
Reses, Azun Desak Pemda Tindak Tegas Oknum Sekolah

INDRAMAYU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu daerah pemilihan (dapil) 2, Azun Mauzun melakukan kunjungan kerja di Gang 2 (dua) Selatan Desa Karangampel Kidul Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu, Rabu (30/9).

azun mauzun pkb indramayu
Azun Mauzun (berpeci). Foto : Lazuardi Muhamad/Rakyat Cireobn

Dalam kesempempatan tersebut Ia mendapat pengaduan dari konstituen di daerah pemilihanya (Dapil) tentang pungutan disalah satu SMA Negri yang mencapai  angka jutaan rupiah, padahal siswa tersebut memiliki kartu pintar program dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.Program kartu pintar yang seharusnya gratis biaya sekolah dari kebijakan Bupati Indramayu itu nampaknya tidak berlaku di salah satu SMA Negri yang ada di wilayah Kecamatan Krangkeng. Pasalnya, siswa yang mempunyai kartu pintar dipungut biaya hingga jutaan rupiah.

Kasniti(47) Warga Desa Karangampel mengaku anaknya yang bersekolah di salah satu SMA Negri dipungut biaya hingga 3 juta rupiah untuk biaya awal masuk sekolah.”Saya bingung, awal masuk pertama sekolah bayar hingga 3 juta rupiah,” ucapnya kepada Rakyat Cirebon.Ia membenarkan jika anaknya sudah memperoleh kartu pintar dari pemerintah dimana seharusnya gratis biaya masuk.
“Saya ini punya kartu pintar loh, ini kok tetap harus bayar, bagaimana ini?,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Azun Mauzun yang mendengar masalah ini dari warga akan segera memanggil pihak terkait dan menindaklanjuti pengaduan warga itu.”Kami akan panggil ‎kepala dinas pendidikan untuk menindak lanjuti masalah pengaduan warga terkait pungutan sekolah ini,” tegasnya.

Ia menegaskan, dirinya meminta  dinas pendidikan agar menindak sekolah yang memungut dalam keadaan yang tidak berdasar. “Hal ini tidak berdasar, kami menemukan titik poin itu ada di simpanan siswa, artinya disimpanan siswa ini dikeluarkan-nya kapan apakah ini pertahun apakah ini perbulan? nanti kami akan telusuri,” tukasnya. (laz/opl)

BAGIKAN