Sudana Pertanyakan Pengunduran Diri Calon Kuwu

13
Tuding Tak Sesuai Aturan, Panitia Malah Ngaku Kebingungan Dengan Aturan


BABAKAN – Menjelang pemilihan kuwu (Pilwu) Serentak yang akan dilaksanakan pada 25 Oktober nanti, terdapat calon kuwu (Calwu) di Desa Bojonggebang, Kecamatan Babakan mengundurkan diri sebelum adanya penetapan.

pengunduran diri  pilwu cirebon
Sudana. Foto : Kim Abdurahim/Rakyat Cirebon

Salah satu calwu nomor urut 1 Sudana menyatakan, adanya pengunduran diri salah satu calwu tersebut menurutnya tidak sesuai aturan. Karena, pengunduran diri tersebut ditentukan setelah adanya penetapan.

“Intinya saya siap terus maju nyalon jadi kuwu, tapi sekarang, ada kendala soal pengunduran diri salah satu calon, calon mengundurkan diri itu adalah isteri dari calon nomor dua, yang sekarang jadi rival saya. Dan kemungkinan, di situ ada permainan,” ungkap Sudana kepada Rakyat Cirebon saat ditemui di kediamannya, Jumat (9/10).

Dikatakan, seharusnya, dalam aturan yang diketahuinya, pengunduran diri tersebut harus sebelum penetapan calon. “Tapi saat penetapan, kok dia mengundurkan diri pas pada tanggal 6 Oktober saat penetapan calon,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua panitia Pilwu serentak Desa Bojonggebang Suhadi mengungkapkan, pihaknya mengaku bingung dengan adanya peraturan Pilwu serentak. “Dalam hal ini kan ada panwas, untuk penetapan juga harus sesuai, dan kami juga mengondisikan waktu untuk penetapannya. Saya mah manut sama atasan saya, Camat dan Kasipem,” ujar Suhardi.

Dikatakan Suhardi, terkait adanya calon yang mengeluhkan adanya penetapan yang tidak sesuai waktu, dirinya memastikan, hal itu sesuai ketentuan dan sesuai imbauan dari atasan. “Kita juga sudah bertanya kepada Camat, tapi kata Camat bisa ditentukan jamnya jam 1 siang bisa, jadi kami pihak panitia tinggal melaksanakan saya, adapun ada keluhan dari calon lain, kami juga bingung dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Dalam pelaksanakan pilwu serentak di Desa Bojonggebang, calon pertama yaitu Sudana, Ikhwan Hariri, dan sementara yang mengundurkan diri yaitu Lin Nurlina. “Untuk yang mengundurkan diri, Ibu Lin Nurlina, mengundurkan diri pada tanggal 5 Oktober lalu, dan Ibu beralasan tidak siap dipilih, tapi karena saya sudah nalar ke Camat, hal itu boleh,” ujar Suhadi. (kim)

BAGIKAN