Sumur Keramat Tak Pernah Kering

150
JATITUJUH– Kecamatan Jatitujuh selain terkenal dengan Makam Keramat Buyut Arsitem-nya yang sudah diakui Pemerintah Kabupaten Majalengka, ada juga makam keramat yang hingga kini tak pernah mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Majalengka.

sumur keramat majalengka
Sumur Keramat. Foto : Hasanudin/Rakyat Majalengka

Makam keramat tersebut oleh masyarakat setempat biasa disebut Makam Keramat Judi Pati yang terletak di Dusun Cipaku Desa Jatitengah, Kecamatan Jatitujuh.

Menurut Kuncen Makam Keramat Judipati, Udin Kentung, konon ada sesepuh bernama Ki Judi Pati yang dimakamkan di kawasan ini. Peziarah yang datang ke Makam Keramat Judi Pati setiap tahunnya selalu meningkat. Meski demikian, makam keramat itu belum mendapatkan perhatian Pemkab Majalengka.

“Makam Keramat Judi Pati ini sudah dikenal para peziarah dari luar daerah, bahkan dari Luar Jawa sudah mengenalnya. Tetapi sampai saat ini belum pernah ada bantuan apapun. Atau setidaknya dari dinas terkait memasukkannya menjadi salah satu situs di Kabupaten Majalengka seperti Makam Buyut Arsitem dan Sumur Dalem,” katanya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group), Minggu (4/10).

Ia menjelaskan, makam itu sudah ada sejak lama, dan salah seorang keluarganya ada yang menjadi kuncen di makam itu. Selain ada tiga makam keramat di kompleks itu, juga ada dua buah sumur yang letaknya sebelum memasuki komplek makam tersebut. Bahkan sumur itu tidak pernah habis airnya meski musim kemarau panjang datang.

“Banyak peziarah yang datang ke sini seperti dari Indramayu, Subang, Sumedang, dan Cirebon. Mereka datang dengan berbagai keperluan. Banyak pula yang mandi di Sumur yang memiliki manfaat masing-masing,” paparnya. Disaat musim kemarau seperti ini, Tidak hanya oleh pejiarah, sumur tersebut juga dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Bahkan, ada sebagian warga yang memanfaatkan air tersebut untuk dikonsumsi sebagai air minum dan memasak.

Seperti pengakuan salah seorang warga yang sedang mencuci di sumur tersebut, Tati. Dirinya dengan warga lain sering memanfaatkan bahkan mengambil air di sumur itu, karena sumur tidak pernah kering meskipun musim kemarau. “Ada dua buah sumur yang letaknya berdampingan, nah katanya yang keramat itu sumur sebelah wetan (timur), airnya tidak pernah kering,” ujar Tati.

Sedangkan menurut sesepuh Dusun Cipaku Atim menuturkan, sejarah sumur tersebut sudah ada sejak Desa Jatitujuh berdiri, Dikatakannya, pohon jati yang sekarang berada di alun-alun Jatitujuh yang jumlahnya ada tujuh dulu ketika ditanam oleh pemiliknya dirawat dan disiram menggunakan air yang berasal dari sumur Cipaku itu.

“Jati di alun-alun yang sekarang jumlahnya tinggal tiga, dulunya disiram menggunakan air dari sini. Masyarakat Dusun Cipaku sangat bersyukur dengan adanya sumur ini. Mereka tidak kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau,” ujar Atim.(hsn/mgg)

BAGIKAN