Sunjaya Imbau Siswa Masuk Sekolah Swasta

399
DILEMA. Bupati Cirebon, Dr H Sunjaya Purwadisastra MM MSi mengaku penambahan rombongan belajar (rombel) bagi siswa yang tak lolos seleksi PPDB akan berdampak protes dari sekolah swasta.

CIREBON – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  tahun 2018 di Kabupaten Cirebon telah resmi ditutup beberapa hari lalu. Namun, PPDB ini menyisakan beragam persoalan yang salah satunya adalah kebingungan orang tua murid yang anaknya tidak diterima masuk di sekolah negeri.

Para orang tua sangat menginginkan anak-anaknya masuk ke sekolah negeri dengan alasan bebas biaya jika masuk di sekolah negeri. Lain halnya dengan sekolah swasta, siswa akan dibebani oleh biaya oleh pihak sekolah.

Menanggapi hal itu, Bupati Cirebon, Dr H Sunjaya Purwadisastra MM MSi menjelaskan bahwa ada usulan dari Kepala Dinas Pendidikan untuk penambahan rombongan belajar (rombel) bagi siswa yang gagal lolos dalam proses seleksi PPDB. Namun, Sunjaya mengatakan bahwa usulan tersebut akan berdampak protes dari pihak sekolah swasta yang ada.

Pasalnya, dengan adanya penambahan rombel tersebut dipastikan akan lebih mengurangi jumlah siswa yang masuk ke sekolah swasta dan dikhawatirkan akan mematikan sekolah swasta yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Memang diusulkan untuk penambahan rombel, tetapi tentunya ada kecendrungan pihak sekolah swasta akan protes. Kemarin kadisdik mengusulkan adanya penambahan rombel, itu boleh tapi akan mematikan sekolah swasta. Ini sesuatu yang dilematis,” ujarnya.

Oleh karena itu, Sunjaya memastikan akan mengakomodir kedua pihak baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Cirebon agar bisa mendapatkan jumlah siswa yang sesuai dengan kuota. Meskipun, notabene masyarakat Kabupaten Cirebon lebih menginginkan anak-anaknya masuk di sekolah negeri.

Namun yang pasti, Sunjaya selaku kepala daerah tetap mengarahkan kepada seluruh orang tua siswa yang anaknya tidak diterima masuk di sekolah negeri agar mendaftarkan ke sekolah swasta. (yog)