Supri-Azun Pasang Badan Bentengi Kampus Putih

Tegaskan Maju, Usung Persatuan Kaum Muda NU Dalam Konfercab

INDRAMAYU – Satu persatu akhirnya mencuat ke publik pembela setia salah satu tokoh NU H Abas Assafah, yang belakangan tengah diserang oleh kelompok yang mengharamkan rezim Abasiyah dibawah naungan Kampus Putih Segeran Kidul memimpin kembali Ansor periode mendatang.

GP Ansor. Image by ansor.or.id

Salah satunya adalah Wakil Ketua PC GP Ansor Supriyadi, ia menilai tidak pantas jika mengaku kader muda NU mendiskriditkan tokoh sekaligus figur yang konsisten membesarkan NU di Indramayu. “Menurut kami Maman Fathurrohman harus lebih bijaksana, jika ia merasa memiliki kapasitas, kualitas integritas silahkan maju tanpa harus menyerang kelompok yang tidak disukainya,” tegasnya kepada Rakyat Cirebon.

Calon Ketua PC GP Ansor Kabupaten Indramayu itu juga menegaskan yang jauh lebih penting jika ingin memimpin Ansor harus memiliki cukup waktu luang memanage organisasi sehingga kedepan jauh lebih bisa membuktikan programnya berdampak positif bagi ummat NU dan warga Kabupaten Indramayu. “Kalau dia (Maman, red) merasa memenuhi persyaratan yang tertuang dalam PD/PRT atau PO Ansor dan memiliki criteria yang saya sebutkan tadi silahkan kita bersaing secara fair,” tegasnya.
Ia mengimbau semua pihak harus menghormati siapapun yang ingin maju sebagai ketua salah satu badan otonom (Banom) NU tersebut, baik yang berasal dari kelompok bani abasiyah, Juhadiyah, atau wahidiah atau dari beckround manapun. “Semua anak muda NU dipersilahkan siapapun untuk maju menjadi ketua, yang penting memiliki niat yang baik untuk memajukan Ansor,” terangnya.

Selain itu Anggota DPRD Kabupaten Indramayu mengaku ia juga terpanggil untuk membenahi kondisi Ansor yang hari ini butuh sentuhan figur yang serius, ia mengaku Ansor sangat potensial untuk menciptakan regenerasi kepemimpinan di Indramayu. “Jangan mengharamkan siapapun untuk menjadi ketua, terbuka saja, semakin banyak pesaing dan figur yang muncul itu artinya kaderisasi di tubuh NU makin baik, tinggal siapa yang mendapatkan dukungan mayoritas PAC dia yang menang,” kata dia.

Azun juga mengaku terpanggil untuk maju, dan saat ini tengah mengkonsolidasikan PAC, sebagai modal awal maju sebagai Ketua GP Ansor, yang paling kongkrit ia mengaku akan menghibahkan 1000 kalender Ansor jika terpilih sebagai ketua. “Selain itu kongkritnya Ansor bisa dilihat menjadi organisasi yang besar jika sudah memiliki ranting di semua desa, dalam waktu kurang dari 2 bulan saya siap melakukan rantingisasi,” kata dia.

Azun mengaku sangat miris melihat Ansor jika PAC saja belum lengkap 31, ia memastikan bukan hanya dalam aspek struktur organisasi yang akan dibenahi melainkan program yang berasaskan ahlusunnah waljamaah beserta tradisi yang mulai ditinggalkan akan dihidupkan kembali. “Rasulan setiap kecamatan, setiap desa dan segala amaliyah NU yang kini tengah terancam punah harus dibangkitkan lagi, hal itu sangat kongkrit untuk menangkal serangan radikalisme dan Islam Transnasional,” kata dia.

Ditambahkan, terkait harus memiliki persyaratan PKD maupun PKL kondisi Ansor di Indramayu harus memiliki kelenturan agar figur yang memiliki kualitas dari bekground apapun bisa memimpin Ansor. “Yang jelas dia anak muda NU yang memiliki komitmen tinggi membesarkan NU, saya akan mengakomodir semua kelompok agar semuanya bersama-sama bersatu membesarkan NU dan Ansor,” tukasnya. (laz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!