Tambang Ilegal Jadi Musuh Bersama

Tambang Ilegal Jadi Musuh Bersama

Ia memastikan tanah merah itu dikirim ke PLTU III, sebab kebutuhan tanah urugan disana cukup banyak.

“Kami yang merupakan warga timur akan mendukung sikap tegas dari aparat penegak hukum. Jangan biarkan galian ini buka tutup saja seperti rok. Kalau harus ditutup ya ditutup,” tegasnya.

Kalaupun pengusaha mengklaim sudah mengantongi izin, ia meminta agar dibuka di publik. Mengingat persoalan ini sudah mencuat.

“Kami siap untuk ikut mengawal karena untuk kebaikan masyarakat. Ini juga kaitan dengan kerugian daerah, bisa dibayangkan dari aktivitas selama tiga minggu sudah berapa ribu kubik yang keluar. Kalau pemerintah tidak berani menutup jangan salahkan warga,” sambungnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Dio itu meminta kepada pemerintah daerah dan juga legislative untuk tidak main-main dalam hal pengawasan.

“Kami yakin bukan satu perusahaan tambang ini saja, tapi di luar sana masih banyak. Karena kebutuhannya juga besar, oleh karena itu kami minta kepad apihak terkait untuk melakukan pengawasan dengan baik. Jangan sampai justru pejabat yang ada di belakang aktivitas illegal ini,” imbuhnya. (ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!