Tanaman Hidroponik Mulai Dilirik Warga

45
CIKIJING – Komunitas penggemar  tanaman hidroponik di Kabupaten Majalengka semakin banyak. Bahkan, kini telah terbentuk komunitas hidroponik Kabupaten Majalengka.
bibit hidroponik
Bibit hidroponik. Foto: Hasan/Rakyat Cirebon
Ketua Komunitas Hidropnik Kabupaten Majalengka, Heryanto, SP menyebutkan, para penggemar yang telah menanam tanaman hidroponik  di Kabupaten Majalengka sebanyak 30 orang telah melakukan pertemuan  pertama dan membentuk  komunitas hidroponik  di Desa Gunung Manik Kecamatan Talaga, beberapa waktu lalu.
Dijelaskanya, syarat untuk menjadi anggota komunitas harus menanam tanaman hidroponik dan tidak hanya sekedar menyukai.  Penyuluh pertanian di Kecamatan Cingambul yang akrab disapa Kang Yaya ini mengungkapkan, hidroponik masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990-an dibawa oleh Bob Sadino (alm) dan kini mulai dikembangkan di kabupaten Majalengka.
Menurutnya, dengan lahan pertanian yang semakin sempit, cara mananam dengan sistem hidroponik sagat tepat untuk memenuhi kebutuhan sayuran dan buah-buahan  yang dibutuhkan setiap hari oleh masyarakat. Selain itu, menanam dengan sistem hidroponik cukup mudah dan bisa dilakukan oleh anak- anak  dan ibu- ibu.
“Kalau menanam tanaman sayuran disawah para petani biasanya kotor dengan tanah, tapi dengan sistem hidroponik kita tidak kotor dan tidak terlalu cape,” ujarnya.
Dirinya mengaku, memiliki lahan di rumahnya 80 cm x 120 cm  tapi bisa menanam tanaman mencapi 70 jenis  dan kini telah dinikmati etiap hari. Hasil dari menanam hidroponik selain untuk dikonsumsi oleh sendiri setiap hari juga untuk memenuhi pesanan  dari para peminat.
Selain langsung dikonsumsi, kata dia, juga bisa dibuat jus dengan rasa yang sangat enak. Seperti jus pokcay  merah dan lainya. Tanaman hidroponik juga sangat bagus buat kesehatan terutama pencernaan, sehingga banyak dokter yang memesan  tanaman hidroponik tersebut.
“Selain tanaman seperti cabai, kangkung, pokcay juga buah- buahan  seperti tomat dan melon bisa ditanam dengan sistem hidroponik,” ujarnya.
Dikatakanya, untuk memulai belajar menanam hidroponik bisa dilakukan dengan baskom dan tidak dengan sistem paralon dulu dan dirinya menjual  berbagai alat dan obat serta bahan untuk  tanaman hidropnik.
Semetara itu, menurut salah seorang penggemar hidroponik, Hj Lilis Lina Naoralita SAg, dirinya tertarik dengan sistem hidroponik. Karena dengan lahan yang sempit masih bisa menanam berbagai tanaman. 
Oleh karena itu, kata dia, dijadwalkan pada Minggu (19/2) akan digelar pelatihan hidroponik untuk para santri dan orang tua santri dan masyarakt umum dengan gratis.
“Kalau biasanya kami menggelar kajian dzikir Alquran  setiap bulan, tapi minggu depan  kami akan isi dengan pelatihan hidroponik  plus kajian fiqihdari segi agamanya,” tuturnya. (hsn)
BAGIKAN