Target PKB Raih 12 Kursi Sulit Tercapai

Target PKB Raih 12 Kursi Sulit Tercapai

Diakui, seandainya Juhadi masih tetap di PKB, diprediksi oleh Hadi, suara PKB akan naik sehingga bisa meningkatkan perolehan kursi di Pileg Tahun 2019 mendatang, setidaknya dari 7 kursi bisa menjadi 9 bahkan 10 kursi. Meskipun begitu, dirinya menghargai target perolehan kursi DPRD Indramayu yang sudah dicanangkan.

“Kelihatanya Ketua DPC PKB Indramayu sekarang, Sholihin, sayang sekali tidak bisa menjadi pemersatu,” katanya.

Hadi juga mengaku kaget saat mengetahui Juhadi pindah dari PKB ke PPP, padahal menurut Hadi naiknya pamor PKB di tingkatan nasional karena kesuksesan NU dalam memposisikan keberadaanya di Negara Indonesia yakni menjaga nasionalisme. “Tidak bisa dipungkiri PKB bagus di nasional karena NU yang gigih, makanya kalau konflik ya tidak tahu akan seperti apa,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pengurus DPC PKB Indramayu Ipik Fikriyah, hingga berita ini ditulis yang bersangkutan enggan memberikan komentar.

Sebelumnya, Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB Kecamatan diantaranya Lohbener dan Cantigi mengakui kecewa besar terhadap Ketua DPC PKB Indramayu M Solihin yang tidak bisa menepati komitmen-komitmenya menanggung angsuran kredit kendaraan hingga lunas, setelah terpilih menjadi Ketua DPC PKB, padahal pihaknya bersama PAC lain saat Muscab telah memenuhi komitmen mendukung penuh. Untuk itulah keduanya mengambil sikap politik mendukung PPP.

Mundurnya DPAC PKB itu dilakukan tokoh paling berpengaruh ditubuh PKB dan Nahdlatul Ulama H Juhadi Muhammad memilih hijrah dari PKB dan memilih kendaraan barunya PPP untuk dijadikan ikhtiar politiknya maju sebagai Anggota DPR RI. Begitu juga Mantan Ketua DPC PKB H Abas Assafah kini menarik gerbong besarnya dari PKB sampai berani mengajukan putranya Taufik Zaenal Mustofa maju melalui PPP di Dapil III Indramayu.

Selain itu Miftahul Fatah, instruktur nasional PKB sekaligus Ketua PC GP Ansor Kabupaten Indramayu juga kini mengganti baju kebesarannya menjadi PPP dan nyaleg DPRD dapil II.

Selain itu, PKB di Kabupaten Indramayu ditinggalkan puluhan bacalegnya yang kini lebih memilih mengikuti seniornya meningkalkan PKB dan hijrah ke PPP. Termasuk tokoh berpengaruh daerah Mantan Calon Bupati Indramyu H Toto Sucartono yang batal mengajukan anaknya maju nyaleg melalui PKB untuk Dapil I dan memilih hijrah ke PPP menjadi Caleg DPRD Provinsi Jabar. Secara bersamaan pengunduran diri tersebut juga diikuti Pengurus DPC PKB yang telah tersusun dan di SK kan oleh DPP PKB. (yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!