Tekan Angka Kematian Ibu-Bayi dengan Rakor Bersama

31
CIREBON – Demi meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi angka kematian ibu pasca melahirkan, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Cirebon terus melakukan evaluasi.

bppkb kabupaten cirebon
Evaluasi BPPKB Kabupaten Cirebon. Foto : Yoga Yudisthira/Rakyat Cirebon

Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan juga Tim Penggerak PKK terus dilakukan. Seperti yang terlihat, Senin (12/10) di Ruang Paseban Komplek Setda Kabupaten Cirebon dimana BPPKB melaksanakan rapat koordinasi Kesatuan gerak PKK KB Kesehatan tingkat kabupaten. Selain BPPKB, nampak hadir pula Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Cirebon, Hj Wahyu Tjiptanisih SE dan juga Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Cirebon, M Sofyan SH MH.

Dalam Rakor ini, dibeberkan perkembangan kesehatan masyarakat tiap tahunnya. Mulai dari angka kematian ibu (AKI) dan anak, hingga kesehatan masyarakat ikut diumumkan kepada tamu undangan yang sebagian besar merupakan kader PKK se-Kabupaten Cirebon. Kepala BPPKB Kabupaten Cirbeon, Supadi Priyatna menyebutkan kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan. Dirinya sengaja mengikutsertakan instansi terkait guna mengetahui perkembangan secara keseluruhan.

“Memang kita bekerja sama dengan instansi terkait dan guna mengoptimalkan program yang akan dilakukan,” ujar Supadi kepada Rakyat Cirebon. Disinggung mengenai permasalahan yang masih menjadi ganjalan, pihaknya menyatakan akan terus berupaya untuk meminimalisir angka kematian ibu dan anak pasca melahirkan.  Oleh sebab itu juga, dirinya mengakui terus menyosialisasikan kesehatan reproduksi kepada masyarakat.

“Bukan hanya orang dewasa, remaja juga terus kita berikan informasi agar kedepannya mereka lebih mengetahui apa saja resiko yang akan didapatkan dengan nikah di usia muda,” tambahnya. Diakhir, Supadi berharap dengan semua upaya yang dilakukan, bisa membawa perkembangan positif di masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan.

“Harapan kami, semoga saja permasalahan yang selama ini masih tinggi bisa berkurang dan bahkan hilang,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cirebon menolak untuk diwawancarai. Begitu pun dengan Kadinkes yang mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif dari BPPKB. (yog)

BAGIKAN