Tepis 10 Ton Bunga, Tim Kreatif Tak Hilangkan Sakral Ngarot

46
INDRAMAYU – Festival Cimanuk 2015 yang akan menghadirkan seribu gadis Ngarot dan 31 potensi seni budaya dikabarkan akan menggunakan sebanyak 10 ton berbagai jenis bunga. Namun hal itu ditepis Tim Kreatif dari Dewan Kesenian Indramayu (DKI) yang menilai kabar tersebut hanya isu dan tidak menjadi bagian dalam perencanaannya.

tradisi ngarot indramayu
Panitia Ngarot. Foto : Tardiarto Azza/Rakyat Cirebon

Koordinator Tim Kreatif Festival Cimanuk 2015, Ucha M Sarna mengatakan, festival yang melibatkan ribuan peserta itu salah satunya adalah dihadirkannya seribu gadis Ngarot. Seribu gadis tersebut tentunya akan mengenakan kostum lengkap dengan asesorisnya seperti dalam ritual tradisi Ngarot di Desa/Kecamatan Lelea. “Ada banyak seni dan budaya yang nanti memeriahkan Hari Jadi Indramayu tepat di 7 Oktober. Ikon yang dipilih adalah gadis Ngarot, tapi kami tidak merusak kesakralannya meskipun dilengkapi koreografi,” jelasnya kepada Rakyat Cirebon.

Ditegaskan, seribu peserta yang nantinya mengenakan kostum kebaya berselendang dan memakai mahkota bunga 7 rupa. Hanya saja, atas perhitungan yang matang, komposisi gadis Ngarot telah diatur sedemikian rupa. “Seribu gadis Ngarot adalah pelajar SLTA. Komposisinya 5 orang orisinil dari Lelea dengan mahkota bunga dan asesoris asli. Kemudian seratus orang dengan konsep Ngarot kreatif. Sisanya gadis Ngarot tiruan, karena bukan asli Lelea dan yang dipakai tiruan juga. Kalau pakai bunga dan asesoris asli semuanya, seribu peserta itu bisa habiskan Rp500 juta. Jadi kabar 10 ton bunga asli itu tidak benar, ” paparnya.

Ngarot, lanjut Ucha, saat ini telah dinyatakan sah sebagai warisan budaya tak benda nasional. Sehingga ikon gadis Ngarot akan lebih diimplementasikan dan dikenal oleh masyarakat secara luas. “Yang sebelumnya belum pernah melihat sakralnya tradisi Ngarot dengan gadis-gadis berkostum khas, nanti bisa melihatnya pada acara karnaval 7 Oktober,” ujarnya.Rencananya, seribu gadis tersebut akan ditempatkan di barisan awal pada karnaval nanti. Disusul baris berikutnya parade 31 potensi seni budaya yang ada di Indramayu. “Kemudian ada barisan mobil hias OPD. Ketentuannya harus bertema perahu, karena tahun-tahun sebelumnya asal dan tema setiap mobil hias tidak mengena,” ungkapnya.

Ditambahkannya, peserta karnaval yang akan melintasi jalan-jalan protokol itu dilepas di simpang Kepandean dan finish di areal parkir GOR Singalodra. “Setiap rombongan peserta diberikan kesempatan untuk display beberapa menit saat tiba di depan tenda kehormatan sebelum sampai di finish,” pungkasnya. (tar)

BAGIKAN