Terbanyak di Indonesia, 30 Persen Hak Suara Pilgub Jabar Milik Pemilih Pemula

88

MAJALENGKA – Jumlah pemilih di provinsi Jawa Barat tergolong yang terbesar dan terbanyak se-Indonesia di ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun ini. Sebagiannya merupakan kalangan pemilih pemula atau pemilih era milenial. Biasanya kalangan kaum milenial cukup acuh dalam menentukan calon pemimpinya.

Untuk itu, KPU Provinsi Jawa Barat berupaya membangkitkan gairah para pemilih milenial agar dapat berpartisipasi aktif dalam menentukan calon pemimpinnya, dengan cara menyalurkan hak suaranya di TPS pada 27 Juni mendatang, dengan memilih pemimpin yang dikenali visi misinya serta program-program yang akan dijalankannya ketika menjabat.

Anggota KPU  Jawa barat H Endun Abdul Haq SAg MSi yang didampingi Komisioner KPU Kabupaten Majalengka Dr Diding Bajuri MSi menyebutkan, data KPU Provinsi Jawa Barat, dari jumlah DPT Pilgub Jawa Barat 2018 sebesar 32,7 juta jiwa. Sebanyak 30 persennya adalah pemilih muda atau milenial.

Oleh sebab itu urgensi pendidikan politik bagi pemilih muda adalah untuk meningkatkan partisipasi dalam Pilgub Jawa Barat 2018, yang ditargetkan oleh KPU Provinsi Jawa Barat sebesar 75 persen.

“Dari 31,7 juta pemilih, 30 persennya pemilih pemula dari kalangan generasi milenial. Pendekatan kita sosialisasi ke kampus melalui electaiment on campus-rtvi, pendekatan edukasi dan entertaiment. Kita lakukan di 30 kampus se-Jawa Barat, disini (Unma) merupakan kegiatan yang  ke-21,” ungkapnya.

Rektor Unma Prof Dr H Sutarman MSc mengapresiasi agenda tersebut. Menurutnya, edukasi ini harus diikuti dengan sungguh-sungguh oleh mahasiswa agar dapat meneruskan informasi ke lingkungan komunitas milenialnya.

Menurut rektor, zaman dia muda dulu, hal-hal yang dapat merangsang partisipasi pemilih di masyarakat sangat jarang didapatkan. Masyarakat hanya mendapatkan info dari siaran berita TV nasional dan radio, itu pun baru ada TVRI dan RRI saja. Sehingga, pihaknya mengapresiasi upaya penyelenggara pemilu dalam menggenjot angka partisipasi pemilih melalui berbagai metode.

“Anak muda zaman now sangat beruntung bisa mendapatkan edukasi langsung dari penyelenggara pemilu. Makanya saya berpesan ikuti dengan baik dan cermat. Informasi yang didapatkan bisa diteruskan ke teman komunitasnya,” imbuhnya.(hsn)

BAGIKAN