Terobosan Bibit Padi Unggulan Diciptakan

399
PASTI
PASTI. Bupati Hj Anna Sophanah meninjau lokasi pelatihan SRI-News yang mampu memproduksi padi 10,4 ton per hektar.

CIKEDUNG – Sebuah inovasi dan terobosan dibidang pertanian dikembangkan oleh Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) bersama Pemerintah Kabupaten (pemkab) Indramayu. Dengan menerapkan metode System of Rice Intensification – Nerwork System/Natural Ecologic Work System (SRI-News), bibit padi unggulan berhasil diciptakan.

Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah yang mendukung penerapan metode gagasan KTNA tersebut, pada Rabu (25/7) pagi memastikannya dengan meninjau langsung areal persawahan yang dijadikan pusat pelatihan SRI-News di Kecamatan Cikedung dan Terisi.

Metode tersebut merupakan terobosan dan inovasi, serta kreativitas para petani untuk menciptakan benih padi yang bisa berproduksi banyak. Bahkan bisa tahan terhadap kondisi kekurangan pasokan air. Dengan SRI-News bisa menghasilkan padi sekitar 10,4 tin per hektar, lebih banyak dibandingkan metode biasa yang hanya mampu memproduksi 7 sampai 8 ton per hektarnya.

Bupati yang melihat langsung lokasinya mengaku sangat terkesan terhadap hasil inovasi para petani tersebut. “Ini sungguh luar biasa. Jika bisa menghasilkan 10,4 ton per hektar, maka akan berdampak pada peningkatan produktivitas, juga taraf hidup para petani di Indramayu. Kita akan terus support para petani untuk menghasilkan yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, Ir Dasma Adiwijaya menyampaikan, metode SRI-News memiliki berbagai keunggulan. Diantaranya menggunakan pupuk organik, dan jumlah produksi lebih tinggi dibandingkan dengan cara konvensional. “Petani sudah mulai menerapkan metode ini. Hasilnya bisa mencapai 10 ton per hektar, dan daya tahan terhadap kekeringan lebih tinggi. Ini disambut gembira petani yang sudah mulai menerapkan metodenya,” ungakap dia.

Dalam SRI-News, lanjut Dasma, ada berbagai metode yang terdiri dari 1 benih 1 tancap, 3 benih 1 tancap, 1 rumpun 20 sampai 30 tancap (hazzton), dan metode bledogan. “Sampai saat ini masih terus dilakukan uji coba. Dan jika ini berhasil, maka petani di Kabupaten Indramayu akan merasakan manfaatnya,” ucap dia.

Ditambahkan, pemanfaatan SRI-News sudah dilakukan oleh para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Mulus di Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung. Bahkan hasil produksinya sudah tersedia di berbagai supermarket yang ada di wilayah Indramayu, Cirebon, Bandung, hingga Tegal. “Mudah-mudahan bisa meningkatkan pendapatan para petani,” pungkasnya. (tar)