Tidak Kunjung Tuntas, Eeng Gregetan

65
Soal E2, Nasdem Bakal Ambil Sikap di Penghujung Tahun ini

LEMAHWUNGKUK Partai Nasdem mulai jengah dengan proses pengisian wakil walikota (wawali). Bila tak ada kejelasan hingga akhir tahun ini, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati yang diusulkan jadi calon wawali oleh Partai Demokrat, diminta mengambil sikap.

eeng charli nasdem cirebon jumpa pers
Dra Hj Eti Herawati jumpa pers. Foto: Nurul Fajri/Rakyat Cirebon

Hal itu disampaikan pengurus DPW Partai Nasdem Jawa Barat, Yuyun Wahyu Kurnia, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Partai Nasdem, di kantor DPD Partai Nasdem Kota Cirebon di Jalan Merdeka, kemarin.

“Proses pengisian wakil walikota yang belum selesai ini, kita doakan agar tuntas. Mau jadi ya jadi, engga ya engga. Desember ini kita harus ambil sikap atas proses ini. Partai kita diombang-ambingkan oleh partai lain di proses ini. Sementara di 2018 masih ada pemilihan walikota dan kita bisa ikut di dalamnya,” beber Yuyun kepada Rakyat Cirebon.

Yuyun menyerahkan kepada Eeng Charli maupun DPD Partai Nasdem untuk menentukan sikap yang akan diambil, bilamana hingga akhir tahun ini proses wawali belum juga menemukan titik terang. “Ketika Desember belum ada kejelasan, segera bersikap. Sikapnya terserah beliau (Eeng Charli, red). Karena kalau memang kegiatan lainnya terganggu, maka harus ambil sikap,” kata dia.

Sehari sebelumnya, Yuyun juga menyampaikan, Eeng Charli diminta berpikir ulang untuk melanjutkan proses pengisian wawali.  Pasalnya, Partai Nasdem mencium adanya kekuatan politik yang hendak menghabisi karir Eeng melalui proses pengisian wawali.

Ia mengingatkan agar Eeng berpikir ulang untuk meneruskan perjuangan merebut kursi wawali dengan dicalonkan oleh Partai Demokrat.  Terlebih bila Eeng diharuskan mundur dari kursi legislatif saat ditetapkan sebagai calon wawali.

“Kalau memang Eeng harus mundur dari kursi legislatif, saya harap Eeng berpikir dua kali kalau begitu. Karena kalau sampai sudah diusulkan dan dicalonkan, tapi ternyata ‘dikerjain’ di internal dewan sampai akhirnya gagal, jadi tidak kesana kesini,” ungkap Yuyun, via sambungan telepon. Selain itu juga, Yuyun menyampaikan, Eeng seharusnya lebih peka dengan kondisi di internal dewan.

Bila dirasa mayoritas dewan tak menghendaki wakil ketua DPRD itu menjadi wawali, maka Yuyun mendesak agar Eeng menyudahi proses panjang yang dirasa melelahkan itu. “Kalau Eeng merasa di internal dewan sulit menerima Eeng jadi wakil walikota, jangan ragu untuk mundur (dari pencalonan wawali). Apalagi kalau ada indikasi ini sedang dikerjai, maka tidak usah lanjutkan proses ini. Toh nanti 2018 kita bertarung terbuka di pilwalkot,” ujarnya.

Menurutnya, bila proses pengisian wawali berlarut-larut tanpa ada kejelasan, hal ini sangat kontradiktif dengan agenda politik Partai Nasdem yang seharusnya disukseskan Eeng sebagai ketua DPD Partai Nasdem. “Kalau dimainkan kaya gini terus juga kan tidak baik. Karena Eeng juga harus konsolidasi partai, dan melaksanakan agenda partai lainnya. Begitupun dewan juga tidak konsentrasi kerja yang lainnya,” kata dia.

Secara terbuka, diakui Yuyun, Partai Nasdem berhasrat tinggi untuk merebut kursi wawali dan berdampingan dengan Walikota, Drs Nasrudin Azis SH memimpin Kota Cirebon. “Kalau internal Partai Nasdem, kita berharap (dapat wawali). Pilkada saja kita ikut. Apalagi ini peluang di depan mata, ya jelas kita berharap,” katanya.

Di sisi lain, Eeng Charli sendiri mengaku gemas terhadap proses politik yang berlarut-larut itu.
Eeng ingin dalam waktu dekat, prosesnya bisa selesai dan tuntas. “Sebetulnya saya sangat greget (gemas, red) dengan proses wawali ini,” ungkap Eeng. Namun, bila diminta untuk segera bersikap atau paling tidak pada Desember nanti kalau proses pengisian wawali belum menemukan kejelasan, Eeng belum bisa memastikan.

Pasalnya, Eeng mengaku, dirinya terus memantau perkembangan politik menuju wawali setiap harinya. “Desember atau kapanpun, yang pasti kita melihat tensi politik, kondsi yang terjadi setiap harinya seperti apa. Yang jelas, Partai Nasdem memberi support atas proses ini,” kata wakil ketua DPRD Kota Cirebon itu. (jri)

BAGIKAN