“Tidak Suka Eeng, Jangan Dipilih”

56
LEMAHWUNGKUK– Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH menyadari, sebagai Ketua DPC Partai Demokrat yang telah mengusulkan Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herwati (Eeng Charli) sebagai satu dari dua calon wawali, mengundang resistensi politik yang cukup tinggi.

Edi Suripno SIP MSi. doc. Rakyat Cirebon

Azis meminta, pihak-pihak yang selama ini menolak pencalonan Eeng Charli agar tidak menghambat proses pengisian wakil walikota (wawali). Ketidaksukaan pada Eeng, kata Azis, adalah hal wajar. Tapi jangan sampai mengorbankan banyak pihak lainnya.

“Kalau takut Bu Eeng yang jadi (wawali), ya jangan dipilih. Tapi, jangan malah menghambat proses ini. Kan sederhana, kalau tidak suka sama Bu Eeng, ya sudah jangan dipilih. Kan dewan punya hak pilihnya,” kata Azis kepada Rakyat Cirebon.

Ia juga mempertanyakan hal yang melatarbelakangi Panitia Pemilihan (Panlih) wawali di DPRD tak kunjung menggelar pemilihan wawali.  Menurut Azis, para wakil rakyat seharusnya bisa membantu mempercepat proses pengisian wawali. “Kenapa tidak berani digelar?” kata dia kesal.

Azis mengklaim, pihaknya sudah melakukan segala upaya agar proses pengisian wawali dapat segera selesai.  Paling awal, kata Azis, pihaknya di Partai Demokrat sudah mengusulkan dua nama calon wawali, yakni Eeng Charli dan Ketua DPD Partai Golkar Ir Toto Sunanto.

“Saya sudah mendaftarkan dua nama calon wakil, Pak Toto dan Bu Eeng. Kan dua nama itu diusulkan oleh partai pengusung, yaitu Partai Demokrat. Secara prosedur harusnya sudah beres, tinggal dipilih oleh dewan,” katanya.

Terpisah, Ketua Panlih Wawali, Edi Suripno SIP MSi mengaku, pihaknya sampai sejauh ini belum bisa memproses pemilihan wawali, karena belum adanya usulan dua nama calon wawali hasil kesepakatan tiga partai pengusung Ano Sutrisno (alm) dan Nasrudin Azis saat Pilwalkot 2013, yakni Partai Golkar, PPP, dan Partai Demokrat.

“Kita masih menunggu berkasnya. Kalau sudah lengkap semua, tidak butuh waktu lama untuk pemilihan digelar. Tapi kan sampai saat ini belum ada berkasnya,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Edi juga mengaku, pihaknya memaklumi proses yang terjadi di antara tiga partai pengusung yang tak kunjung menemui kesepakatan terkait dua nama calon wawali. “Karakter pimpinan partai berbeda-beda, cara komunikasinya juga berbeda,” kata Edi.

Sementara itu, Eeng Charli sendiri makin irit bicara. Ditanya terkait kelanjutan proses pengusulan dirinya jadi calon wawali, Eeng justru melempar jawaban ke Edi Suripno.
“Tanya saja ke Pak Edi,” katanya singkat seraya berlalu. (jri)

BAGIKAN