Tim Lobi yang Diutus Walikota Mentok

6
Golkar Akan Beri Rekomendasi E2 Jika Nama Eeng Charli Diganti

KEJAKSAN– Upaya Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH mengutus tim lobi untuk mendapatkan restu dari PPP dan Partai Golkar, kandas. Partai Golkar dikabarkan menolak negosiasi yang dibangun Azis. Golkar bersikukuh dengan pendirian awal, tak akan setuju bila Partai Demokrat mengajukan nama Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati. 
walikota cirebon bersama eeng carli
Walikota Azis bersama Eti Herawati. Foto : Nurul Fajri/Rakyat Cirebon
Ketua DPD Golkar Kota Cirebon, Ir Toto Sunanto bersikukuh tak menandatangani rekomendasi partai pengusung kaitan pengajuan dua nama calon wakil walikota (wawali). Sumber Rakcer di internal Golkar menyebutkan, Toto tidak akan mengubah pendiriannya untuk menolak ajuan calon wawali dari Demokrat bila yang diajukan Eti Herawati atau akrab disapa Eeng Charli.
“Percuma mengutus tim negosiasi juga. Karena Pak Toto tetap pada pendiriannya, menolak Bu Eeng dicalonkan jadi wakil walikota oleh Demokrat,” ungkap kader Beringin yang meminta identitasnya tak dikorankan itu, kemarin, di sekitaran alun-alun Kejaksan. Dikatakannya, Toto akan bersedia menandatangani kesepakatan ajuan calon wawali bila Demokrat mengganti nama ajuan calon wawali. 
“Kalau Demokrat mengganti nama Bu Eeng, mungkin hampir pasti Pak Toto mau menyetujui,” ujarnya. Kader Golkar yang dikenal memiliki kedekatan dengan Toto itu juga menyampaikan, Toto pun sebenarnya menginginkan proses pemilihan wawali segera dilaksanakan, sehingga Azis tak seorang diri memimpin Kota Cirebon. 
Hanya saja, Toto tak setuju bila Demokrat mengusulkan Eeng. “Pak Toto itu orang yang baik. Beliau juga ingin proses ini tidak berlarut-larut. Ingin segera selesai. Tapi karena Pak Azis ngotot mencalonkan Bu Eeng, ya mungkin Pak Toto belum bisa menyetujui,” kata dia.
Ditanya terkait kemungkinan adanya mahar politik yang dipatok Golkar untuk bisa menyetujui Demokrat mengajukan Eeng, ia menepisnya.  Hanya saja, tidak menutup kemungkinan adanya kesepakatan yang tercapai dengan salahsatu konsekuensinya adalah cost politic.
“Mungkin bukan mahar bahasanya. Tapi semua proses ini kan diakui atau tidak butuh cost politic. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dan itu butuh biaya,” katanya. Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi, Ketua DPD Golkar, Toto Sunanto, sambungan telepon dari wartawan koran ini tak diangkat. 
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari Toto kaitannya dengan upaya negosiasi yang ditawarkan Azis, termasuk rumor adanya mahar politik.
Dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya, Sekretaris DPD Golkar Kota Cirebon, M Sujud, justru enggan berkomentar terkait proses negosiasi yang coba dibangun Azis dengan Golkar. “Kalau urusan itu, saya no comment,” kata Sujud. (jri)
BAGIKAN