Tim Oke Kawal Proses  Hukum di MK

Tim Oke Kawal Proses  Hukum di MK

Kali ini giliran Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) menyatakan sikap. Mereka menyatakan sikap mosi tidak percaya kepada penyelenggara Pilwalkot Cirebon, yakni KPU, KPPS dan Panwaslu. “Kami menyatakan mosi tidak percaya,” kata Ketua DPC Kombatan Kota Cirebon, Hasanudin, Senin (9/7).

Menurutnya, untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum yang dapat menjamin pelaksanaan hak politik masyarakat dibutuhkan penyelenggaraan pemilihan umum yang profesional serta mempunyai integritas, kapabilitas, dan akuntabilitas.

“Namun kenyataannya, proses pelaksanaan penyelenggaraan pemilihan umum gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, walikota dan wakil walikota Cirebon banyak terjadi pelanggaran,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Hasanudin, KPU Kota Cirebon tidak memperlakukan pasangan calon walikota dan wakil walikota Cirebon secara adil dan setara, melakukan pembiaran terhadap kesalahan yang dilakukan KPPS pada penyerahan kota suara tersegel berisi surat suara, berita acara pemungutan suara, dan sertifikasi hasil penghitungan suara di beberapa TPS.

“Yang seharusnya pada hari yang sama harus diserahkan kepada PPK bukan di simpan di kelurahan-kelurahan dan lebih parahnya lagi pembiaran terhadap pembukaan kota suara dan/atau berkas Pemungutan dan Penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam peraturan dan perundang-undangan,” tuturnya.

Hasanudin juga menuding Panwaslu Kota Cirebon telah lalau dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. “Pada proses pengawasan penyelenggaran pemilihan walikota dan wakil walikota Cirebon, kami melihat Panwaslu lalai dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pengawas dan bersikap diskriminatif dalam menjalankan tugas dan wewenangnya,” kata dia.

Mereka juga menolak keputusan KPU yang membatalkan pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah TPS. Bahkan, Hasanudin menyebutkan di sejumlah TPS, kotak suaranya dirusak. “Menyatakan sikap bahwa kami menolak keputusan KPU yang membatalkan pemungutan suara ulang di TPS-TPS dimana kotak suaranya yang dirusak,“ katanya.

Sementara itu, seperti diketahui, berdasarkan rekapitulasi tingkat kota yang dilakukan KPU Kota Cirebon, pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota, H Bamunas S Boediman MBA dan Effendi Edo SAP MSi (Oke) mendapat 78.511 suara. Sedangkan pasangan Drs Nashrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati (Pasti) mendulang lebih banyak, yaitu 80.496 suara.

Artinya, ada 159.007 suara sah, sementara suara tidak sah mencapai 9.938 suara. Secara keseluruhan, ada 168.945 pemilih yang menggunakan hak pilihnya dari total 230.446 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ketua KPU Kota Cirebon, Emirzal Hamdani SE Ak mengatakan, pihaknya sudah memutuskan rekapitulasi suara tingkat Kota Cirebon melalui rapat pleno, kemarin, di aula kantor KPU setempat. “Kita sudah putuskan,” kata Emir, usai rekapitulasi tingkat kota, di kantor KPU Kota Cirebon, Rabu pekan lalu. (sep/jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!