Titik Rawan Longsor di Majalengka Menyebar

17
RAJAGALUH – Jalan menuju Sindangpano dan Payung Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka kini mulai terlihat titik-titik kerusakan yang berpotensi semakin meluas. Selain itu, di titik atas bendungan Waduk Sindangpano, jalur menuju Sadarehe juga terlihat titik-titik rawan longsor.

rawan longsor majalengka
Rawan longsor. Foto : Herik Diana/Rakyat Majalengka

Jalur yang menikung dan menanjak membuat para pengendara motor harus lebih berhati-hati ketika melewati jalur tersebut. Pasalnya, di sisi kiri dan kanan, adalah tebing dan jurang. Sementara untuk sisi jurang tak ada pagar pembatas kecuali pepohonan yang menandakan bahwa itu batas antara jalan dan jurang.

Melihat dari potensinya, jalur Rajagaluh-Sindangpano-Payung itu merupakan jalur favorit warga untuk mengunjungi sejumlah obyek wisata yang bernuansa pegunungan. Seperti Curug, Cipeuteuy, Situ Janawi, Saderehe, itu semua bisa dilalui melalui jalur tersebut.

Salah seorang pengendara motor, Tono berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan akses jalan Rajagaluh-Payung, agar ada semacam pagar pembatas, seperti yang terlihat di dekat jembatan Cikeruh Cikeusik.

“Kalau ada pembatas semacam itu kan minimal pengendara bisa lebih waspada, dan hati-hati. Apalagi sekarang mendekati musim hujan yang berpotensi membuat jalan licin,” ujarnya, Jum’at(8/10).

Hanya saja, kata dia, jika ada program semacam itu terealisasi, pembangunan pagar pembatas di sisi jurang jalur itu diharapkan tanpa perlu menebang pohon-pohon besar yang memang sudah tumbuh di sana sejak lama.

“Pohon-pohon besar itu tetap ada, jangan sampai ditebang. Karena pohon-pohon besar itu juga berfungsi menahan longsor. Selain itu, akan menaungi pekerja jika ada pekerjaan pagar pembatas. Apalagi banyaknya pohon membuat jalur ini terasa sejuk,” ujarnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group).

Pengendara lainnya, Rinto mengaku dirinya juga sering melintas di jalur tersebut, dengan cara melewati bendungan Sindangpano, dia bisa sampai di desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi melewati area pesawahan yang tak kalah indahnya dengan pemandangan seperti di Bali.

“Kalau yang belum tau biasanya untuk sampai ke Bantaragung atau Padaherang harus lewat Lengkong saja, padahal ada beberapa jalur, diantara lewat jalur Rajagaluh-Sindangpano-Payung ini,” imbuhnya. (hrd)

BAGIKAN