Tubuh Jaka Terus Digerogoti Tumor Ganas

44
MAJALENGKA – Jaka Hidayat (29) warga blok Rabu RT 3 RW 4 Desa Jatiwangi Kecamatan Jatiwangi hanya bisa terbaring ditempat tidurnya yang sumpek. Tubuhnya hanya tergolek lemas dan tidak dapat bergerak karena penyakit yang dideritanya. 
Jaka Hidayat terus berjuang melawan tumor ganas
Jaka Hidayat terbaring lemas. Foto: Hasanudin/Rakyat Cirebon
Lajang yatim piatu ini harus berjuang melawan penyakit diduga tumor ganas. Awalnya, Jaka mengaku, tidak menyangka jika benjolan kecil yang ada di lengan sebelah kanannya menjadikan dirinya tidak berdaya. Kondisinya semakin memprihatinkan karena benjolan tersebut semakin hari membengkak dan pecah. 
“Setiap hari saya merasakan sesak nafas dan luka ini selalu mengucurkan darah. Rasanya tangan sakit sekali. Saya hanya bisa berbaring di tempat tidur bertahun-tahun lamanya,” tutur Jaka. 
Pasca ditinggal oleh kedua orang tuanya, Jaka tinggal bersama neneknya yaitu Hadiyati (70) dan tinggal digubuk sempit. Dari pantauan, kondisi kediaman jauh dari bersih jelas mempengaruhi faktor kesehatan pemuda tersebut. 
Dikatakan neneknya, Hadiyati bahwa hampir empat tahun ini kondisi cucunya berbaring ditempat tidur. Sejak tahun 2013 lalu Jaka akhirnya pindah kerumahnya dan sudah dalam kondisi sakit. 
“Tadinya tinggal di anak saya. Karena sudah meninggal dan akhirnya pulang kesini sudah dalam kondisi seperti ini. Awalnya cucu saya bekerja sebagai buruh bangunan. Kami keluarga tidak tahu harus berbuat seperti apa, karena untuk mengobati penyakit cucu saya membutuhkan waktu yang sangat besar,” tuturnya. 
Pemerintah kecamatan, bersama tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), pemdes Jatiwangi serta bidan desa setempat mengunjungi kediaman Jaka, Senin (13/2). Camat Jatiwangi, Drs Toto Prihatno SSos MP didampingi TKSK Jatiwangi, Lilis berjanji, akan berupaya meringankan beban keluarga tersebut melalui pengumpulan donasi. 
Hingga pengurusan administrasi kependudukannya. Pasalnya, dari data yang dihimpun bahwa sebelumnya Jaka tercatat penduduk luar Jatiwangi karena menetap bersama orang tuanya.
Diceritakan Lilis, bahwa gejala penyakit Jaka tersebut berawal ketika muncul benjolan pada tahun 2011. Namun setiap tahun benjolan yang mirip tumor ganas itu terus membesar dan akhirnya pada tahun 2013 benjolan tersebut pecah hingga sekarang ini.
 “Pernah difasilitasi dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Dan hasilnya dari diagnosa dokter bahwa tangan kanan Jaka harus segera di amputasi. Namun yang bersangkutan tidak menginginkannya. Karena minta dengan cara lain yang akhirnya harus melakukan kemoterapi,” ujarnya. 
Namun, kata Lilis, kemoterapi yang dijalankan pasien itu tidak maksimal karena baru dilakukan satu kali. Sedangkan kondisi penyakitnya semakin hari tambah parah. Pihaknya berencana akan mengurus administrasi kependudukan untuk kemudian meminta kepada Pemda melalui instansi terkait seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan agar mampu memasilitasi baik kebutuhan pengobatan kedepannya. 
“Kami akan usahakan. Minimalnya Dinsos memberikan bantuan konsumsi selama pengobatan ke RS Hasan Sadikin. Dan Dinkes diharapkan segera memasilitasi mulai dari kendaraan ambulans serta pembuatan Jamkesda. Kami harap agar pihak keluarga tidak dibebankan biaya apapun,” tandasnya.(hsn)
BAGIKAN