Ubi Jalar Majalengka Dilirik Jepang dan Korea

13
CIGASONG – Potensi pertanian Kabupaten Majalengka sangat menjanjikan, bukan hanya mangga gedong gincu dan jambu merah saja mampu menembus pasar luar negeri. Komoditi pertanian lainnya yakni ubi jalar juga mulai dilirik pasar luar negeri.

petani ubi jalar majalengka
Petani ubi jalar. Foto: Hasanudin/Rakyat Majalengka

Saat ini sudah ada dua negara yang menjadi tujuan ekspor ubi jalar asal Majalengka. Menurut Direktur PD Sindangkasih Multi Usaha (PD SMU) Edi Junaedi mengungkapkan, ubi jalar merupakan tanaman yang mulai dilirik pasar luar negeri. Komposisi kandungan vitamin, karbohidrat dan gula yang terkandung dalam ubi jalar sangat disukai oleh orang asing yang telah memahami dan menerapkan pola hidup sehat.

“Kandungan vitamin dan zat lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan membuat ubi jalar mulai dilirik pasar luar negeri, tidak terkecuali yang dihasilkan petani di Kabupaten Majalengka,” ungkapnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group), Rabu (7/10).

Dikatakan Edi, ada dua negara yang menjadi tujuan ekspor ubi jalar, yaitu Korea Selatan dan Jepang. Bahkan, belakangan bukan hanya bagian buahnya saja yang dikirim ke dua negara tersebut. Bagian batang tanaman yang perawatannya relativ lebih mudah dari komoditi pertanian lainnya itu juga ikut dikirim ke kedua dua negara tersebut.

“Awalnya saya juga tidak percaya, tetapi setelah melihat langsung ya percaya, dan kami sudah melakukan pengiriman meski jumlahnya belum banyak,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari salah satu rekanannya dari Korea Selatan, batang ubi jalar tersebut lebih banyak dikirim ke Jepang, dan dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan. “Dan rasanya memang enak, hanya harus dikupas dulu agar tidak berserat,” ujarnya.

Terkait untuk ekspor ubi jalar, pihaknya saat ini telah membangun kerjasasama deengan investor dari Korea Selatan. Kerjasama tersebut dalam bentuk penanaman ubi jalar. Seluruh hasil panen ubi jalar yang dikelola oleh PD SMU seluruhnya dibeli pihak investor.

“Kerja sama dengan investor korea ini baru beberapa bulan kami lakukan, dan Insya Allah dalam waktu dekat panen perdana ubi jalar hasil kerjasama dengan investor Korea Selatan ini akan memasuki masa panen,” jelasnya.(hsn/mgg)

BAGIKAN