Umam: SK Luthfi Sudah Habis

Umam: SK Luthfi Sudah Habis

*** Dikritik Internal, Luthfi: Santai, Dinikmati Aja

RAKYATCIREBON.ID – HM Luthfi dipuji sekaligus dikritik. Oleh internal sendiri. Seperti disampaikan Wakil Sekretaris DPC PKB Kabupaten Cirebon Khotibul Umam. Dikatakan, sebagai politisi Luthfi diakuinya andal. Karena di masa kepemimpinan Luthfi, kini PKB mampu memenangkan perolehan kursi di legislatif.

“Sebagai politisi, Luthfi mampu memenuhi perannya. Tapi sebagai seorang manajerial ketua DPC PKB, dia gagal. Beberapa persoalan di internal tidak mampu diselesaikannya. Sehingga ada kesan PKB hanya dimiliki satu dua orang yang ada di lingkaran Luthfi saja,” terang Umam, kemarin.

Ia mengatakan wajar jika ada kader senior menilai kini sudah memasuki fase puncak. Lantaran pengurus di struktural DPC PKB Kabupaten Cirebon tidak pernah dilibatkan. Keberadaan dewan syuro dan ketua yang lainnya seolah tidak diakui.

Kemudian, Umam memaparkan bahwa SK Luthfi sudah habis. “SK habis per 31 Juli kemarin. Semestinya tidak boleh ada perpanjangan yang dilakukan melalui pleno DPC. Atau ditunjuk oleh DPC,” kata Umam kepada Rakyat Cirebon.

Umam menjelaskan, jika mengikuti aturan prosedur partai, seharusnya ketika SK habis, DPW atau DPP PKB yang turun untuk melakukan memperpanjang SK yang bersangkutan. Tidak asal menunjuk seseorang dari DPC.

“Sekarang kan Luthfinya tidak begitu aktif di DPC. Konon katanya ketua DPC diserahkan kepada orang lain dengan ditunjuk langsung DPC,” kata Umam.

Ia mengaku selama Luthfi memimpin, DPC PKB Kabupaten Cirebon jarang melakukan kegiatan rapat pleno pengurus atau pengurus harian, dan rapat yang melibatkan jajaran DPAC PKB. “Jadi saya pikir Luthfi gagal dalam menyusun organisasi, memenej partai, yakni DPC PKB. Tapi sebagai politisi dia sukses. Karena sampai hari ini belum ada lawan dalam permainan politik dia,” ungkapnya. 

Sebagai kader PKB, Umam pun berharap agar partainya ke depan bisa dibenahi manajemennya. Sehingga tidak terkesan dimiliki oleh satu dua orang saja. Karena, kata dia, PKB kolektif kolegial, milik semua kader dan struktural partainya. “Jadi ya memang benar, kesan dilihat dari dalam ada kotak-kotak, jelas. Karena tadi, PKB hanya dimiliki satu dua orangnya Luthfi saja. Yang lain tidak pernah dilibatkan dan tidak tahu persoalan di DPC,” ujar Umam.

Sementara itu, Luthfi menerima kritik pedas dari kader sesama partai. Ia tetap santai. Bahkan, cenderung tidak menggubrisnya. Saat ditemui wartawan koran ini dan dikonfirmasi terkait isu yang melilit internalnya, Luthfi irit bicara. “Saya no comment dulu lah. Santai, dinikmati aja,” ucapnya, Selasa (27/10).

Diberitakan sebelumnya, para kader PKB seperti Sofi Shofiyullah, kader senior PKB sekaligus orang yang membawa Luthfi duduk di DPC PKB, Toto Sumlang, serta pengurus PAC PKB Sedong menilai Luthfi gagal dalam memimpin PKB. Mereka megatakan kondisi PKB tak kondusif. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!