Undang Ulama, Bedah Nasab

Undang Ulama, Bedah Nasab

RAKYATCIREBON.ID-Pembacaan deklarasi penolakan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV diwarnai adu mulut dan aksi saling dorong antara pendukung PRA Luqman dengan masa Pangeran Kuda Putih tak terelakan.

Pihak keraton menuding bahwa kericuhan terjadi karena adanya upaya provokasi yang dilakukan oleh massa Pangeran Kuda Putih. Bahkan, menurut Muhamad Akbar, salah satu kerabat dekat Keraton Kasepuhan, Pangeran Kuda Putih dinilai terus menerus melakukan provokasi sejak meninggalnya Sultan Sepuh XV, PRA Arief Natadiningrat dengan mencoba menggagalkan tradisi turun temurun yang telah terjaga ratusan tahun di Keraton Kasepuhan.

“Saudara Heru dkk berdalih akan bersilaturahmi, namun sangat disayangkan faktanya menyiapkan deklarasi penolakan dan berorasi menggunakan pengeras suara. Yang mana hal yang disampaikannya bertentangan dengan adat tradisi di Keraton Kasepuhan Cirebon,” ungkap menantu Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat tersebut.

Menanggapi tudingan dari pihak keraton Kasepuhan, Pangeran Kuda Putih mengatakan bahwa sebelum melakukan aksi deklarasi penolakan terhadap PRA Luqman sebagai Sultan Sepuh VIX, pihaknya telah mengirimkan surat beberapa kali. Namun surat tersebut tak digubris oleh pihak PRA Luqman.

“Kita datang dengan cara yang santun dan bersurat sebelumnyanya. (Tapi) sikap mereka tidak menjawab surat saya malah selalu berkomentar keluar dari konteks maasalah. Ditambah acara kemarin mereka menggunakan ormas luar. Di mana bukan pasukan keraton, miris sekali,” sanggah Pangeran Kuda Putih.

Menurutnya yang dipermasalahkanya adalah bahwa PRA Luqman bukanlah trah keturunan Sunan Gunung Jati. Sehingga terkait klaim bahwa pihak Keraton Kasepuhan menjaga tradisi turun temurun dalam penobatan sultan yang berlangsung puluhan tahun terkesan memaksakan.

“Wong yang bernasab itu cuma sampai Sultan Sepuh V kok. Coba mereka buka sejarah dan silsilah dengan baik. Jangan memaksakan dengan mencantolkan kepada orang lain nasabnya. Karena perihal nasab pertanggung-jawabannya kepada Allah. Bukan kepada manusia,” lanjutnya.

Ia pun menantang pihak PRA Luqman untuk bertemu dan membedah sejarah serta silsilah Keraton Kasepuhan.

” Jadi dari pada debat kusir seperti ini, mending kita duduk ngopi dan bicara sambil bedah sejarah dan silsilah. Undang para ulama dan pini sepuh. Lalu undang seluruh wargi dan masyarakat. Disaksikan oleh awak media. Berani ndak?” tantangnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!