Upaya Alih Status, Rektor IAIN Serahkan Proposal dan Naskah Akademik

Upaya Alih Status, Rektor IAIN Serahkan Proposal dan Naskah Akademik

 RAKYATCIREBON.ID – Cita-cita bersama, transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) segera terwujud. Proposal dan Naskah Akademik ubah statuta IAIN menjadi UIN sudah diserahkan Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MA ke Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin MA.

Kedatangan Sumanta bersama Wakil Rektor I Dr H Saefudin Zuhri MAg dan Wakil Rektor II Dr H Adib MAg disambut langsung, Kamaruddin Amin di kantornya, Kamis (27/2).  Dia menuturkan pihaknya menyambut baik rencana ubah statuta tersebut.

Terlebih transformasi tersebut menjadi sangat penting mengingat laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin genuine.Ditambahmeningkatnya harapan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, khususnya di Jawa Barat.

“Alih status UIN Syekh Nurjati tidak boleh lalai dengan core business PTKI, yakni pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman. Hadirnya program studi umum tidak boleh menggerus eksistensi program studi Agama,” ungkap Kamaruddin.

Lebih lanjut Kamaruddin menjelaskan, selain persoalan administratif, transformasi UIN Syekh Nurjati harus fokus pada upaya membangun pondasi integrasi keilmuan yang matang dan non dikotomis.

Pihaknya akan mempelajari Propisal dan Naskah Akademik ubah Statuta IAIN ke UIN. Lalu melakukan visitasi ke IAIN Cirebon untuk memastikan kesiapan bertransformasi.

Tranformasi tersebut juga mendapat dukungan dari  Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat PTKI, H M Adib Abdushomad MEd PhD.  Menurutnya, tranformasi tersebut sebagai upaya melakukan kerjasama-kerjasama kelembagaan yang berkelanjutan. Sehingga perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan adaptif dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg  pengajuan ubah statuta IAIN menjadi UIN didadasari kesadaran penuh peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, IAIN Cirebon telah paripurna merumuskan konsep ‘Muhsin Sejati’ sebagai model integrasi ilmu.

Melalui elaborasi ilmu formal, sosial, alam, agama, humaniora dan terapan yang menjadi basis untuk mencetak generasi dengan skill masa depan yang berintegritas dan kompetetif. “Distingsi sebagai lembaga pendidikan Islam tetap akan melekat meski nantinya akan ubah statuta IAIN menjadi UIN,” ungkap Sumanta.

Tak hanya soal model integerasi ilmu,  Wakil Rektor II IAIN Cirebon, Dr H Adib MAg mengatakan, sumber daya yang dipunyai  IAIN Cirebon juga sudah mumpuni. Terdapat 437 dosen, 11.500 mahasiswa dan luas lahan berkisar 32 hektare menjadi modal yang kuat bagi IAIN untuk bertransformasi menjadi UIN.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor I IAIN Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri MAg menjelaskan, konversi IAIN ke UIN akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Barat. Mengingat UIN Syekh Nurjati akan memiliki kampus di Kabupaten Cirebon dan Indramayu, selain yang saat ini di Kota Cirebon.

Selain itu hadirnya beberapa Fakultas dan Program Studi baru mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan diferensiasi bakat dan kecenderungan.

“Beberapa Fakuktas dan Program Studi baru yang akan diluncurkan berbasis pada bidang keilmuan sains dan teknologi, ilmu sosial humaniora, psikologi dan kesehatan, komunikasi, kelautan dan perhutanan,” tambah Saifudin. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!