Usai Ketua DKM Sembuh dari Covid-19, Beginilah Suasana Masjid At-Taqwa

Usai Ketua DKM Sembuh dari Covid-19, Beginilah Suasana Masjid At-Taqwa

RAKYATCIREBON.ID-Sebagai masjid termegah di Kota Cirebon Masjid At-Taqwa banyak dikunjungi jamaah dari dalam maupun  luar kota. Di tengah wabah pandemi Covid-19, protokol kesehatan ekstra ketat sangat diperlukan agar masjid kebanggaan kota wali ini tetap bisa membuka layanan kepada jamaah. 

Sekitar 60 persen jamaah At-Taqwa berasal dari luar kota. Para jamaah ini biasanya memadati masjid pada waktu salat. Terutama Salat Duhur dan Salat Magrib. Sebelum Covid-19, Masjid At-Taqwa mampu menampung hingga 5.000 jamaah. “Pada saat waktu Salat Duhur dan Magrib itu jamaah cukup padat,” ungkap Ketua Satgas Covid-19 At-Taqwa Center, H Syaeful Badar MSi, kemarin. 

Dikatakan Badar, antusias masyarakat berkunjung ke Masjid At-Taqwa yang tinggi diimbangi dengan penerapan protokol Covid-19 yang memadai. Sejak 15 April 2020 hingga saat ini pihaknya memberlakukan akses satu pintu guna memantau mobilitas jamaah. “Selain itu, pada saat jamaah masuk ada pengecekan suhu tubuh. Ada dua petugas. Kami siapkan 4 tempat cuci tangan. Di tempat wudu juga kami siapkan sabun cuci tangan,” ujar dia. 

Imbauan bagi jamaah untuk menerapkan protokol Covid-19 pun selalu dikumandangkan sebelum masuk waktu salat. “Dan saat pelaksaan salat, jamaah pun kami imbau untuk menggunakan sajadah sendiri,” kata Badar kepada Rakyat Cirebon.

Penerapan protokol itu, kata Badar, tak hanya berlaku bagi jamaah. Juga bagi karyawan atau pekerja dan pengurus At-Taqwa Center. “Kemudian karyawan yang ada baik di dalam dan di luar masjid standar protokolernya selalu terjaga,” imbuhnya.

Hanya saja, sejak pandemi Covid-19 merebak, pengajian malam yang kerap digelar tatap muka dialihkan menjadi kajian virtual. “Tetap kita konsisten bahwa jamaah prioritas kami,” ucap pria yang juga dosen IAIN Cirebon itu.

Meski beberapa waktu lalu, Ketua At-Taqwa Center/Ketua DKM DR H Ahmad Yani MAg terkonformasi positif Covid-19.  Namun tak berpengaruh banyak bagi pelayanan kepada jamaah Masjid At-Taqwa.

Lantaran manajemen sistem di At-Taqwa tidak bertumpu pada satu orang. “Sehingga pelayanan di At-Taqwa tetap berjalan normal dan selalu sejalan dengan apa yang diharapkan pemerintah,” tukas Badar. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!