Wacana Penutupan PG Sindang Laut Bikin Ribuan Petani Cemas

Wacana Penutupan PG Sindang Laut Bikin Ribuan Petani Cemas

RAKYATCIREBON.ID-Wacana penutupan Pabrik Gula (PG) Sindang Laut yang rencananya akan dilakukan tahun ini semakin membuat para karyawan was-was. Sebab, penutupan akan berdampak pada kelangsungan hidup petani tebu di wilayah Kabupaten Cirebon.

Salah seorang Petani Tebu Pabrik Gula Sindang Laut Cirebon, Mae Azhar mengatakan, petani menolak pemindahan penggilingan tebu ke PG Tersana Babakan karena akan menambah biaya pengeluaran, khususnya transportasi karena terbiasa melakukan giling tebu di Sindang Laut.

“Pindahnya giling tebu dari Sindang Laut ke Tersana Babakan tentu merugikan petani tebu dari wilayah Sindang Laut dan wilayah Kabupaten Kuningan,“ tutur Azhar saat berbincang dengan wartawan Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (7/2).

Menurutnya, penutupan PG Sindang Laut dinilai memiliki dampak jangka panjang karena bisa mematikan industri gula pasir di Kabupaten Cirebon. Sebab, luas lahan pertanian tebu berada di wilayah Sindang Laut Cirebon dan Kuningan yang notabene jauh dari PG Tersana Babakan.

“Yang pasti akan terjadi efek domino. Petani enggan menanam tebu, sehingga luas lahan akan menyusut. Sedangkan banyak lahan tebu milik desa, maka banyak lahan tadah hujan semakin tidak produktif dan tidak menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dari sewa lahan tebu,“ tuturnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut permasalahan tersebut, wartawan Kantor Berita RMOLJabar pun mendatangi pihak PG Sindang Laut, namun tak berhasil menemui pimpinan PG Sindang Laut karena sedang berada di luar.

“Manajemen PG Sindang Laut sedang di luar,“ ucap Kepala Regu 1 Pengamanan PG Sindang Laut, Ade. (rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!